Persaingan Sengit Bisnis Ritel, Chairul Tanjung: Yang Kalah Pasti Tutup

Perlu ada perubahan dalam model bisnis ritel saat ini. Pasalnya, persaingan di bisnis ritel tampaknya sudah banyak memakan korban.

Persaingan Sengit Bisnis Ritel, Chairul Tanjung: Yang Kalah Pasti Tutup
Putri Tanjung dan Chairul Tanjung 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Perlu ada perubahan dalam model bisnis ritel saat ini.  

Pasalnya, persaingan di bisnis ritel tampaknya sudah banyak memakan korban.

Misalnya saja Ramayana, Matahari, Hero, MAPI, sampai dengan Central Departement Store kini sudah menutup beberapa gerainya. 

Untuk itu, dalam menghadapi persaingan yang kencang ini, Chairman CT Corp memiliki cara jitu dalam menghadapinya. 

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengaku, saat ini memang bisnis ritel sedang mengalami persaingan yang luar biasa.

 

Saham Panin Financial (PNLF) Kembali Melejit Hingga 7,14 Persen, Kenapa Ya?

Penutupan Gerai Perusahaan Ritel Tahun Ini Diprediksi Terus Berlanjut, 92 Persen Karyawan Memahami

Maka itu, perusahaan setidaknya perlu beradabtasi dengan model bisnis yang saat ini sedang terjadi.

"Fenomenanya ya terjadi sebuah persaingan yang luar biasa yang mengakibatkan seperti saya katakan bahwa bisnis modelnya mesti diubah," tutur dia di Hotel Sahid, Senin (14/1).

Mantan Menko Perekonomian itu berujar, jika bisnis model tidak diubah maka bisa dipastikan akan kalah bersiang, "Kalau kalah ya mau enggak mau harus tutup," tutur dia.

Hal tersebut berkenaan dengan akhir pekan lalu PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengumumkan telah menutup 26 gerainya untuk efisiensi. Meski begitu Chairul enggan spesifik berkomentar tentang penutupan gerai HERO.

"Saya enggak mau memberi tanggapan terkait dengan kompetitor," katanya. Seperti diketahui, CT Corp memiliki bidang usaha serupa yakni Transmart dan Carrefour.

Secara prinsip Chairul bilang, seluruh bisnis saat ini harus menyesuaikan model saat ini seiring dengan zaman yang berbeda.

 

Gading Marten Unggah Foto Julie Estelle di IG, Gisela Anastasia Tiba-tiba Sebut Nama Maia Estianty

Terkuak! 5 Hal Ini Diduga Kuat Penyebab Hancurnya Hubungan Anang dan Syahrini.  Minta Komisi 75%

"Tantangannya pun berubah. Oleh karenanya yang harus dilakukan adalah penyesuaian bisnis model sesuai dengan tuntutan" jelas dia.

Namun begitu, ia menerangkan, beralih ke bisnis daring atawa online bukan menjadi opsi satu-satunya.

"Banyak perubahan bisnis model lain yang bisa dilakukan. Online hanya salah satu dari perubahan bisnis model," tutur dia. Hal tersebut pun yang juga sedang ia terapkan di Transmart dan Carrefour.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Chairul Tanjung: Bisnis ritel dalam persaingan sengit, yang kalah pasti tutup

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved