Penutupan Gerai Perusahaan Ritel Tahun Ini Diprediksi Terus Berlanjut, 92 Persen Karyawan Memahami

Dua perusahaan ritel ternama di Indonesia saat ini mulai berhitung untuk meneruskan ekspansinya di bisnis ritel secara offline.

Penutupan Gerai Perusahaan Ritel Tahun Ini Diprediksi Terus Berlanjut, 92 Persen Karyawan Memahami
Kontan
Gerai perusahaan ritel tutup diprediksi masih berlanjut. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dua perusahaan ritel ternama di Indonesia saat ini mulai berhitung untuk meneruskan ekspansinya di bisnis ritel secara offline.

Mereka menyadari pola belanja masyarakat sudah berubah. Duka untuk Industri ritel di Tanah Air?

Yang paling mengejutkan adalah PT Hero Supermarket Tbk yang sudah menutup 26 gerai, tak lama kemudian Central Department Store di NeoShoho Jakarta Barat juga bakal tutup.

 

Ifan Seventeen Tepergok Whatsapp Sang Istri Sambil Senyum-senyum Sendiri, Ini Ungkapannya

Gading Marten Unggah Foto Julie Estelle di IG, Gisela Anastasia Tiba-tiba Sebut Nama Maia Estianty

Penutupan 26 gerainya lantaran PT Hero Supermarket Tbk (HERO) tengah menerapkan efisiensi. Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92% karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja.

Tony Mampuk, Corporate Affairs General Manager  PT Hero Supermarket Tbk, mengatakan sebagian besar karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja. Perusahaan juga telah memberikan hak sesuai dengan UU Kementerian Tenaga Kerja RI No 13 tahun 2003.

Adapun Central Department Store juga merasa bahwa pola belanja masyarakat berubah. Dimas Wisnu Wardana, Public Relations Departement Manager PT Central Retail Indonesia menyampaikan bahwa penutupan untuk menyesuaikan pola belanja masyarakat yang ingin lebih cepat dan efisien.

Perusahaan akan berfokus untuk menggarap omni channel kedepannya untu mengikuti demand yang ada. “Semenjak Central NeoSoho beroperasi, kami selalu berupaya agar gerai kedua kami tersebut dapat berkembang dengan hasil maksimal baik dari segi bisnis dan komersial,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (14/1).

 

Akan Disampaikan Malam Ini, Prabowo Subianto Ancam Mundur dari Pilpres 2019. Ini Kata Ketua BPN

Jenderal Gatot Marah Fotonya Dicatut Tim Sukses Prabowo-Sandi, Jenderal Djoko Beri Penjelasan

Dengan ditutupnya gerai dari Hero dan Central Departement Store, maka tren penutupan gerai ritel terus berlanjut. Sebelumnya, pada tahun 2017 Ramayana menutup delapan gerainya, kemudian tahun 2018 Matahari menutup dua gerainya di Pasaraya dan Manggarai.

Selain itu, juga di tahun 2018 raja ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk menutup gerai Lotus dan Debenhams.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Gawat, tren penutupan gerai perusahaan ritel tahun ini berlanjut

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved