Wilayah Endemik DBD Meluas, Dinkes Tanjab Barat Enggan Komentar

Bahkan Andi Pada juga bungkam saat diminta data berapa banyak korban DBD di Tanjab Barat, per Januari hingga November 2018.

Wilayah Endemik DBD Meluas, Dinkes Tanjab Barat Enggan Komentar
TRIBUNJAMBI.COM, Ferri
Kadis Dinkes Tanjabbar, enggan komentar, soal wilayah endemis DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Dinas kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), tidak memegang data perluasan wilayah endemik demam berdarah dengue (DBD). Sebab itu, Dinkes enggan berkomentar.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat dr Hj Andi Pada M Kes, engan menjelaskan ke awak media saat diminta menjelaskan terkait wilayah endemik DBD di Tanjab Barat yang meluas‎ sejak awal tahun 2018 lalu.

Bahkan Andi Pada juga bungkam saat diminta data berapa banyak korban DBD di Tanjab Barat, per Januari hingga November 2018.

Baca: VIDEO: Detik-detik Evakuasi Wanita Berbobot 350 Kg oleh Petugas, Terpaksa Dilakukan Lewat Jendela

Baca: Jasa Ekspedisi Mengeluh Tarif Surat Muatan Udara, Ongkir Bakal Naik

Baca: Pemkot Jambi Data Agen dan Sub Agen Pasar Induk Talang Gula

Padahal beberapa waktu lalu Dinas Kesehatan Tanjab Barat, blak blakan menyebut jika saat ini luasan wilayah yang masuk dalam kategori endemik DBD kian melebar.

"Wilayah indemik apa, " kata Andi pada berbalik bertanya kepada wartawan.

Bahkan saat diminta banyaknya korban DBD ditanjab Barat dari bulan Januari hingga desember 2018, lagi lagi Andi Berkila jika tidak memiliki data.

"Haduh saya tidak punya datanya," kilahnya.'

Baca: Tahun 2019 Tanjabtim Diguyur Dana Desa Sebesar Rp 71 Miliar, 64 Desa Terbentuk BUMDes

Baca: Video Viral, Fenomena Langka Masjidil Haram Didatangi Jutaan Serangga Belalang Hitam

Baca: Timnas Indonesia U-22 Akan Melawan China dan Klub Liga 1, Tiga Striker Siap Hadapi Piala AFF 2019

Diketahui tidak hanya Kecamatan Tungkal Ilir yang divonis sebagai kecamatan yang menjadi langganan DBD, kini beberapa kecamatan lain, seperti Bram Itam, dan Betara, juga menjadi daerah endemis. Bahkan sampai di beberapa desa di wilayah Ulu, juga sudah termasuk endemis DBD.

Buktinya, jumlah masyarakat yang terjangkit DBD‎ saat ini sudah mencapai 233 penderita.

Baca: Malam Pergantian Tahun, dan Libur Tahun Baru, Dinkes dan RSUD Bungo Tetap Siaga

Baca: Ponsel Canggih Redmi Note 7 Siap Dilucurkan, Kamera 48 Megapiksel, Cek Spesifikasi dan Harganya

Baca: Berat Bagi Ahok Jadi Presiden, Menteri, Gubernur Apalagi Anggota Dewan, Karena Terhalang Aturan ini

Ani, warga Gang Damai Kelurahan Tungkal Harapan, yang anaknya pernah menderita DBD, menyany

angkan sikap diam Dinkes. Bahkan, tidak ada tindak lanjut pihak dinas untuk melakukan pencegahan agar tidak meluas.

"Setidaknya lakukan poging atau penyuluhan agar masyarakat sekitar tidak was-was, ini kok diam saja. Walaupun penularan DBD tidak dari wilayah sini, setidaknya, Dinas Kesehatan ambil tindakan agar masyarakat sekitar tidak hawatir terlebih menular ke warga lain," harapnya. (*)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved