Peredaran Meningkat, Pengguna Narkoba di Tanjabtim Juga Meningkat

"Dan, Tanjabtim ini juga merupakan sebagai tempat transit narkoba sebelum itu diedarkan ke berbagai daerah di Provinsi Jambi," terangnya.

Peredaran Meningkat, Pengguna Narkoba di Tanjabtim Juga Meningkat
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjung Jabung Timur, mencatat pengguna narkotika khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terus meningkat.

"Jumlah pengguna narkoba di Tanjabtim memang meningkat," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjabtim-Tanjabbar, AKBP Cecep Subarjat, ketika dikonfirmasi melalui via WhatsAppnya Senin (7/1/2019).

Menurut Cecep, untuk data tahun 2018, pengguna rawat inap di BNNK sebanyak 15 orang dan rawat jalan sebanyak 58 orang. Berdasarkan penilaian, dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengguna narkoba terus meningkat di Tanjab Timur.

Baca: STTP Kampanye tidak Diserahkan, Bawaslu Catat dan Panggil Caleg Bersangkutan

Baca: Malam Apresiasi Seni Budaya Jambi, Fachrori: Ini Upaya Melestarikan Budaya-budaya Jambi

Baca: Malam Apresiasi Seni Budaya Jambi, 3 Tokoh Seni Terima Apresiasi

"Bagi masyarakat yang memiliki saudara atau tetangga penguna narkoba agar melaporkan ke BNNK Tanjabtim untuk direhabilitasi. Baik rawat inap maupun rawat jalan. Jangan ada rasa takut atau malu, sebelum keluarga kita harus masuk jeruji maupun jadi korban narkoba hingga meninggal," imbaunya.

Meningkatnya pengguna narkoba juga dampak dari meningkatnya peredaran narkoba di Masyarakat. Hal itu dikarenakan, posisi Kabupaten Tanjabtim berada dibibir pesisir pantai laut atau jalur lintas laut yang menyebabkan mudahnya masuk barang haram tersebut.

Baca: Gubernur Anies Baswedan Soal Gestur Acungkan Simbol Dua Jari, Ini Katanya

Baca: Status Siaga Banjir Tidak Diperpanjang, BPBD Bungo Koordinasi dengan BMKG

Baca: 13 Partai di Tanjab Barat, Sampaikan LPSDK ke KPUD, Ini Rinciannya

"Dan, Tanjabtim ini juga merupakan sebagai tempat transit narkoba sebelum itu diedarkan ke berbagai daerah di Provinsi Jambi," terangnya.

Seperti diketahui, Tanjabbar-Tanjabtim masih banyak ditemukan kasus peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba. Peredaran narkoba masih terjadi, disebabkan karena masih banyaknya permintaan.

Permintaan harus ditekan dengan merehabilitasi pengguna narkoba dan sosialisasi bahaya narkoba pada masyarakat yang belum menggunakan narkoba.

"Makanya pecandu harus disembuhkan melalui rehabilitasi. Diharapkan masyarakat dan keluarga jangan malu-malu bekerja sama dengan BNN dan panti rehabilitasi lain untuk menekan angka pengguna narkoba," imbuhnya.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved