Seorang TKI Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lokasi Kerja di Malaysia

jenazah Johny diantar oleh petugas BP3TKI Kupang pada 25 Desember 2018, menuju kampung halamannya.

Editor: hendri dede
ilustrasi. Kolase TKI Jember yang tewas di Malaysia 

Seorang TKI Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lokasi Kerja di Malaysia

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar dari TKI yang bekerja di Malaysia.

Johny Bin Mantalas, Tenaga Kerja Indonesia ( TKI), asal Nusa Tenggara Timur ( NTT), ditemukan tewas gantung diri di tempat kerjanya di Malaysia.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang Siwa mengatakan, Johny adalah warga Desa Tafuli I, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, NTT.

"Berdasarkan laporan yang kita terima, Johny tewas gantung diri di tempat kerjanya di Negara Bagian Sabah," ungkap Siwa kepada Kompas.com, Minggu (30/12/2018) malam.

Baca: TNI-Polri Sempat Bersitegang dengan 30 Simpatisan KNPB Papua, Atribut KNPB Disita Aparat

Baca: Lagu Ini Diciptakan Michael Jakcson untuk Menghina Putri Diana, Namun Malah Jadi Tenar

Baca: Ramalan 2019, Ahok Diterawang Mbah Mijan Akan Mengalami Hal Ini, Didoakan Dapat Pasangan yang Cocok

Baca: Viral Perempuan sedang Shalat di Masjid Dipukul Balok, Terungkap Ini Identitas Pria Pelaku

Jenazah Johny telah diterbangkan dari Malaysia dan tiba di Kupang pekan lalu pada tanggal 24 Desember 2018, dengan pesawat Garuda GA 438.

Selanjutnya, jenazah Johny diantar oleh petugas BP3TKI Kupang pada 25 Desember 2018, menuju kampung halamannya.

Untuk status keberangkatan Johny ke Malaysia, tidak terdata di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri.

"Jadi Johny ini adalah TKI ilegal," tutupnya.

Pesan Wapres Kalla untuk TKI

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan untuk bekerja di luar negeri itu punya modal keterampilan dan keahlian. Karena di negara tempatnya berkerja para pekerja migran akan menemukan banyak perbedaan.

Baca: Ramalan Mbah Mijan Tahun 2019 Kolo Geni Soal Ahok, Bencana, Korupsi hingga Artis Terjerat Narkoba

Baca: Tim Gabungan Razia di Kerinci dan Sungai Penuh, Amankan Tiga Orang Positif Narkoba

Baca: Live Streaming MBC Gayo Daejejeon, Senin 31 Desember Jam 18.45 WIB, Ini Deretan Pengisi Acaranya

Baca: Caleg DPR RI Diduga Gerilya Kampanye di Sekolah, Tahu-tahu Foto Beredar di Medsos

Baca: Penjelasan Ustaz Abdul Somad Tentang Merayakan Tahun Baru Masehi Sesuai Hukum Islam

''Menjadi pekeja migran itu tidaklah mudah. Karena akan menemukan perbedaan, berbeda budaya, berbeda iklim, berbeda bahasa, berbeda kebiasaan,'' ungkap Jusuf Kalla dalam sambutan pada Indonesian Migrant Worker Awards 2018 di Gedung Pusbangdai, Jalan Cibadak-Palabuhanratu, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

Untuk itulah, dia meminta kepada masyarakat yang akan pergi bekerja ke luar negeri harus membekali dirinya dengan keterampilan. Selain itu juga kekuatan mental, kemampuan fisik, kemampuan bahasa, dan pengenalan budaya tempat kerja.

''Karena tanpa keterampilan tentu akan sulit bekerja. Dan setiap keterampilan mendapatkan penghargaan berbeda,'' ujar dia.

Wapres mengatakan pemerintah merencanakan untuk meningkatkan kwalitas pekerja migran. Bukan hanya bekerja sebagai pekerja rumah tangga atau bekerja di buruh kasar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved