12 Anggota DPRD Provinsi Jambi Terancam Pidana 20 Tahun

KPK secara mengejutkan menetapkan 12 wakil rakyat di DPRD Provinsi Jambi kasus suap ketok palu.

Laporan Wartawan Tribun Jambi Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan menetapkan 12 wakil rakyat di DPRD Provinsi Jambi dan satu pihak swasta menjadi tersangka dalam kasus suap uang ketok palu RAPBD 2018, Jumat (28/11).

12 wakil rakyat tersebut di antaranya tiga dari pimpinan dan selebihnya anggota dari masing-masing fraksi di DPRD Provinsi Jambi.

Menanggapi hal tersebut, pengamat hukum, Sahur Lasmadi menjelaskan bahwa ditetapkannya 13 tersangka baru ini tentu ada penemuan fakta baru oleh KPK selama masa persidangan Zumi Zola sebelumnya.

"Selama masa persidangan, Zola memberikan keterangan yang sangat kuat untuk menjadi bahan KPK untuk menetapkan tersangka baru," kata Sahuri.

Sahuri memprediksi bahwa sesuai Pasal 12 a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi para tersangka akan dijerat hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Mereka ini kasusnya bukan menyuap, tapi meminta. Kalau tidak diberikan, para dewan ini tidak akan mengesahkan RAPBD tersebut. Hukumanya cukup berat," jelasnya.

Baca: Ini Daftar Dapil 10 Tersangka Suap Ketok Palu Jambi yang Maju Jadi Caleg

Baca: 5 Fakta dari Penetapan 12 Anggota DPRD Provinsi Jambi Sebagai Tersangka Oleh KPK, CB Ungkap Hal ini

Baca: Pernah Bersaksi di Persidangan, Cornelis Buston Ngaku Pernah Dapat Tekanan dari Anggota DPRD

Baca: Kader Hanura Jadi Tersangka Suap Ketok Palu Jambi, Yusuf Pilih Ikuti Proses Hukum

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved