200 Tahun Silent Night, Lagu Natal Paling Populer di Dunia yang Berarti Malam Kudus

Lagu Natal Silent Night memiliki kisah sejarah dibaliknya. Lagu Natal ini bermula pada tahun 1818 dan dijadikan warisan budaya oleh UNESCO.

Editor: Duanto AS
www.stillenacht.com
200 tahun lagu Natal Silent Night atau Malam Kudus. 

Bukan sekadar Lagu Natal, Silent Night memiliki kisah sejarah dibaliknya. Lagu Natal ini bermula pada tahun 1818 dan dijadikan warisan budaya oleh UNESCO.

TRIBUNJAMBI.COM - Dari sekian banyak lagu Natal yang muncul setiap tahun, Silent Night merupakan lagu terpopuler.

Lagu Natal Silent Night telah berusia 200 tahun dan dinobatkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2011.

Lagu Natal Silent Night juga telah diadaptasi dalam berbagai bahasa, termasuk dalam bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Indonesia menjadi Malam Kudus.

Lagu Natal Malam Kudus ini juga sering diperdengarkan saat perayaan Natal.

Bukan sekadar Lagu Natal, Silent Night memiliki kisah sejarah dibaliknya.

Lagu Natal ini bermula pada tahun 1818.

Saat itu sekelompok aktor tengah melakukan pertunjukan di kota-kota sekitar Pegunungan Alpen, Austria.

Baca Juga:

 Ucapan Selamat Natal Dalam Berbagai Bahasa di Dunia, Bisa Untuk Update Status di Medsos dan WhatsApp

 Sang Vokalis Satu Mobil dengan Keranda Dylan Sahara, Istri Ifan Seventeen Ditemukan

 Nasib Nur Khamid, Baru Seminggu Nikah sudah Ditinggal Pergi Bule Cantik Polly Alexandria

 Perwira Kopassus Kaget, Disuguhi Air Aneh Tapi Nekat Minum, Strategi Misi di Negeri Asing

Pada tanggal 23 Desember 1818, mereka tiba di Oberndorf, sebuah desa dekat Salzburg di mana mereka akan mengisahkan kembali kelahiran Kristus di Gereja kecil St. Nicholas.

Sayangnya, alat musik organ milik gereja St. Nicholas tidak berfungsi dan tidak dapat diperbaiki sebelum Natal.

Dikutip dari home.snu.edu, beberapa versi cerita menduga kerusakan ini disebabkan oleh tikus, ada pula yang menyebut karat sebagai penyebabnya.

Karena organ gereja tersebut tidak dapat dipakai, para aktor menyajikan drama Natal mereka di sebuah rumah pribadi.

Bagian pertama pertunjukan Natal itu mengisahkan Matius dan Lukas.

Sang asisten pastor, Josef Mohr, yang tengah dalam mood ingin bermeditasi memilih berjalan-jalan sebelum menuju rumah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved