Perusahaan Hong Kong Resmi Kuasai Blok South Jambi B dari ConocoPhilips, Ini Nilai Investasi

Total investasi dari ke 32 WK migas tersebut mencapai sekitar USD 2,1 miliar atau setara Rp 31 T.

Perusahaan Hong Kong Resmi Kuasai Blok South Jambi B dari ConocoPhilips, Ini Nilai Investasi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Kelola Blok South Jambi B dari ConocoPhilips, Ini Tanggapan Pemerintah

TRIBUNJAMBI.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat penandatanganan kontrak baru wilayah kerja (WK) migas yang habis kontrak (terminasi).

Terakhir, pemerintah baru saja menandatangani kontrak Bagi Hasil Gross Split untuk Wilayah Kerja (WK) South Jambi B kepada Jindi South Jambi B Co. Ltd.

WK ini merupakan hasil Penawaran WK Migas Tahap II Tahun 2018 yang dimenangi oleh Jindi South Jambi B Co. Ltd.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan kontrak Jindi akan mulai berlaku pada 2020 mendatang.

"Saat ini masih dioperasikan oleh ConocoPhillips. Kontrak berakhir pada 25 Januari 2018, kontrak Jindi akan efektif pada 26 Januari 2020,"jelas Djoko pada Kamis (20/12).

Baca: Intip Cara Cantik Milenials Jambi Mengisi Liburan dengan Hangout Bersama Teman, Asyik Nih

Baca: Beredar Kabar SIM dan Paspor akan Terblokir Bila Belum Ikut BPJS di 2019, Ini Penjelasan BPJS

Baca: Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Diprediksi Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Dengan ditandatangani kontrak WK South Jambi B maka pemerintah telah menerima bonus tanda tangan Sebesar US$ 5 juta. Selain itu, Jindi South Jambi B Co.Ltd juga wajib melakukan komitmen kerja past (KKP) dalam lima tahun pertama, yaitu G&G, seismik 2D sepanjang 300 km, survei 3D sepanjang 300 km2, dan pengeboran tiga sumur eksplorasi dengan nilai mencapai US$ 600 juta.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar berharap Jindi bisa langsung melakukan kerja sama dengan CococoPhillips untuk melakukan KKP di South Jambi B. Pasalnya blok ini terakhir beroperasi pada 2012.

"Produksi gas terakhir 2011, kecil sekali cuma 1 mmscfd dan produksi kondensat 10 bopd pada tahun 2012 . Sekarang tidak berproduksi. Mulai sekarang sudah boleh melakukan komitmen kerja pasti, nanti kerja sama dengan ConocoPhillips,"jelas Arcandra.

Menurut Arcandra, pemerintah memang mengupayakan penandatanganan kontrak baru sebelum terminasi agar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) bisa melakukan upaya untuk menjaga produksi atau bahkan meningkatkan produksi.

Baca: 7 Fakta Jelang Ahok Bebas, Mengapa Banyak Pihak Menunggu?

Baca: Kecantikan Supit, Foto Asisten Keluarga Hermansyah Curi Perhatian Netizen, Makeup Natural

Baca: Inilah Rumah Solo yang Disebut-sebut Jadi Markas BPN Prabowo-Sandi, Dekat Rumah Jokowi

Halaman
123
Editor: hendri dede
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved