Ditinggal Temannya Kabur, Sopir Diciduk Polisi Gara-gara Sabu

Gara-gara sabu, Firmansyah diciduk tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi.

Ditinggal Temannya Kabur, Sopir Diciduk Polisi Gara-gara Sabu
Tribunjambi/Mareza
Dodi Tisna Amijaya dan Sulistio menjadi saksi dalam sidang yang menjerat Firmansyah, di Pengadilan Negeri (PN) Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gara-gara sabu, Firmansyah diciduk tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi. Karena itu, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Makaroda Hafat itu, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi, Ewilda Siska Afrina menghadirkan saksi saat penangkapan. Mereka adalah Dodi Tisna Amijaya dan Sulistio.

"Dia mau pakai (sabu) sama Lili (DPO), kami tangkap. Lili melarikan diri. Kami geledah, dapat dua bungkus sabu," terang Dodi.

Setelah penimbangan, sabu tersebut memiliki berat 1 gram. Keterangan saksi itu turut dibenarkan terdakwa.

Dalam pengakuannya, terdakwa telah mengonsumsi sabu sekitar dua tahun. Pria yang bekerja sehari-hari sebagai sopir ini mengaku pernah menjalani hukuman 10 bulan karena perkara yang sama.

"Kemarin sempat sembuh, tidak pakai lagi," kata dia.

Baca: 5.000 Warga Kota Jambi Belum Rekam e-KTP, Dukcapil Kota Jambi Minta Lurah dan RT Aktif

Baca: Belum Sempat Cicipi, Dua Pemuda Tanjab Timur Ditangkap Polisi Duluan

Baca: Jalan Dusun Tigo Putus Karena Banjir, Motor Mobil Mongok, Pemilik Rakit Ketiban Untung Jutaan

Baca: Biaya Penanganan Konflik di Kerinci Habiskan Rp 9 Miliar

Baca: Pamit Mandi Nenek Minah Hilang, di Pinggir Sungai Warga Hanya Temukan Sabun Mandi

Namun akhirnya dia kembali tergoda mengonsumsi sabu. Kata Firmansyah, dia patungan membeli sabu itu bersama Lili dari Aan (DPO). Dia menyerahkan uang Rp 100 ribu dan Lili Rp 1 juta.

"Berarti belum sungguh-sungguh saudara berhenti itu," sanggah Makaroda.

Mendengar hal itu, Firmansyah hanya bungkam.

Dia dijerat dakwaan alternatif. Primer, pasal 114 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Subsider, Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Untuk sidang selanjutnya, akan kembali digelar pada hari Selasa, 8 Januari 2019. Terdakwa kembali ke tahanan dan tetap ditahan," Makaroda menutup sidang.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved