Terkendala Dana, Pemberian Gelar Adat Wakil Bupati Sarolangun Ditunda

Saat ini baru ada tiga orang yang sudah mendapatkan gelar adat di Kabupaten Sarolangun.

Terkendala Dana, Pemberian Gelar Adat Wakil Bupati Sarolangun Ditunda
Tribunjambi/Wahyu
Herman, Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Jambi Kabupaten Sarolangun. 

Laporan wartawan Tribun Jambi, wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Saat ini baru ada tiga orang yang sudah mendapatkan gelar adat di Kabupaten Sarolangun, yakni Bupati Sarolangun Cek Endra dengan gelar Datuk Tumenggung Setio Rajo yang berarti seorang yang komit dengan pembicaraan serta memiliki kesetiaan yang tinggi.

Kemudian Fahrul Rozi ketika menjabat Wakil Bupati priode 2011-2016 diberikan gelar Datuk Penghulu Pengimbang Rajo, dan Sekretaris Daerah Tabroni Rozali saat ini, telah diberikan gelar adat Datuk Tumenggung Kukuh Setio Negeri.

Lalu bagaimana dengan Wakil Bupati Sarolangun saat ini, Hillalatil Badri, apakah sudah mendapatkan gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi tersebut.

Ketua Harian LAM Jambi Kabupaten Sarolangun, Herman mengatakan bahwa gelar adat bagi kepala daerah berdasarkan AD/ART LAM Jambi, secara otomatis diberikan gelar adat.

Katanya, rencananya pada tahun 2018 ini gelar adat diberikan bagi Wakil Bupati Hillalatil Badri, namun karena belum dilakukan usulan pendanaan sehingga tertunda.

"Gelar adat bagi wakil kepala daerah, la sudah mengusulkan, tapi terkendala masalah pendanaan, di dinas PMD Sarolangun. Tahun 2018 tidak dilaksanakan, tapi akan dimasukkan kembali di tahun 2019 mendatang," katanya.

Katanya, usulan pemberian gelar adat ini bukan hanya akan diberikan kepada Wakil Bupati, tapi 20 tokoh masyarakat di tiap kecamatan yang dinilai peduli terhadap adat juga akan mendapat gelar adat.

Dalam AD/ART Kepala Daerah dan wakil kepala daerah, wajib diberi gelar karena sebagai pemangku adat di daerah masing masing. Kalau tokoh masyarakat di kecamatan dinilai dari profesi masing-masing, keahliannya yang betul-betul peduli adat dan mempunyai sosial masyarakat.

"Ya, ada kriteria, pengurus lembaga adat kabupaten dan termasuk juga anggota dewan serta mantan anggota dewan, meski yang sudah meninggal bisa diberi gelar, sama dengan pahlawan kita. Mungkin gelar itu diterima ahli waris," kata dia menambahkan.

Menurutnya, gelar adat yang akan diberikan kepada Wabup Hilllatil Badri ini masih akan dilakukan penilaian sesuai dengan keahlian dan karakteristik kepribadian serta kepedulian.

"Kalau pak Hilal akan kita lihat profesional dio, besiknyo apo, nanti disesuaikan ada kriterianya. Ilmu dio, agamanya, sosialnya dinilai. kepribadian dio. Gelar itu akan melekat, seperti bapak Cek Endra dan itu diakui se Provinsi Jambi," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved