Susun Sistem Zonasi TNBD, Tumenggung Grib, 'Yang Penting Pemerintah Jangan Usir Kito dari Hutan'

Keseluruhan proses dilakukan secara partisipatif melibatkan 13 tumenggung pemerintah, survey dan lain lain.

Susun Sistem Zonasi TNBD, Tumenggung Grib, 'Yang Penting Pemerintah Jangan Usir Kito dari Hutan'
tribunjambi/wahyu
Tumenggung Grib 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penyusunan evaluasi zonasi TNBD (Taman Nasional Bukit Dua Belas) yang merupakan tindak lanjut dari program zonasi yang dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno, September lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari Rabu (5/12/2018) hingga Kamis dihadiri Pemda diwakili oleh Bappeda Sarolangun, TNI, Polri, Tumenggung Suku Anak Dalam.

Kepala TNBD Sarolangun Haidir mengatakan, dalam kegiatan ini revisi zonasi merupakan bagian dari agenda bersama yang memadukan aturan adat orang rimba dan aturan negara.

Penyusunan evaluasi zonasi TNBD (Taman Nasional Bukit Dua Belas) dihadiri 13 Temenggung SAD
Penyusunan evaluasi zonasi TNBD (Taman Nasional Bukit Dua Belas) dihadiri 13 Temenggung SAD (tribunjambi/wahyu)

Keseluruhan proses dilakukan secara partisipatif melibatkan 13 tumenggung pemerintah, survey dan lain lain

"Evaluasi ini guna menerima masukan saran dalam rangka zonasi TNBD," katanya.

Sementara itu, Hazrah perwakilan dari Bappeda Sarolangun secara resmi membuka kegiatan tersebut .

Menurutnya, kerjasama TNBD dan Pemkab untuk melaksanakan zonasi tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan stakholder utama atau objek yaitu SAD.

Baca: Bupati dan Dirjen KSDAE Tandatangani Prasasti Kerjasama untuk Penguatan Fungsi Balai TNBD

Baca: Review dan Keunggulan Fitur Wizphone, Ponsel Rp 99 Ribu Keluaran Google yang Bisa Dibeli di Alfamart

Pengaturan ruang yang berlaku harus disandingkan dengan aturan adat TNBD yaitu SAD. Peran pemerintah desa juga diharapkan mendukung agar terciptanya kesejahteraan SAD

Tumenggung Grib, perwakilan SAD Bukit Suban Sarolangun sangat mendukung adanya program zonasi bagi SAD. Menurutnya, semua yang di dalam taman nasional mendukung.

"Jika tidak didukung program ini, takutnya, kami hanya rakyat biasa yang tidak kuat. Nanti jika tanah kita di serobot oleh pemodal (PT) kita mau hidup dimana lagi," ungkapnya.

"Tapi kalok kito dilindungi, TNBD kito dilindungi. Tapi menurut kito yang penting, pemerintah jangan mengusir kito dari ruang hidup kito (hutan)," jelas Tumenggung Grib.(*)

Baca: Wakil Bupati Merangin Kecewa, Apel Disiplin Dishub Sepi, Hanya 8 ASN yang Hadir

Baca: Ketua DPR: Turunkan Pasukan Elite Buru Kelompok Bersenjata di Papua

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved