Peristiwa Nduga Papua

Daftar Nama 24 Orang Pekerja Proyek di Nduga Diduga Jadi Korban Pembunuhan KKB

Data sementara 24 nama pekerja PT Istaka yang berada di Distrik Yall Kabupaten Nduga, Papua.

Editor: Duanto AS
Humas Polda Papua
Warga yang diisolasi oleh kelompok kriminal bersenjata dievakuasi dari Kampung Kimberly, Kampung Banti, menuju Tembagapura, dengan pengawalan ketat personel TNI dan Polri pada Jumat (17/11/2017) sekitar pukul 11.00 WIT. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kepolisian Daerah Papua saat ini telah menerjunkan tim bersama TNI menuju ke lokasi pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12/2018).

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ada 24 orang pekerja (kabar terakhir 31 orang pekerja) dari PT Istaka Karya (BUMN) yang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, yang dikabarkan tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berikut data sementara yang diterima Tribunnews dari sumber kepolisian, terkait nama-nama pekerja PT Istaka yang berada di Distrik Yall Kab. Nduga:

  1. Jhony Arung
  2. Anugrah
  3. Alrpianus
  4. Muh. Agus
  5. Aguatinus T
  6. Martinus Sampe
  7. Dirlo
  8. Matius
  9. Emanuel
  10. Calling
  11. Dani
  12. Tariki
  13. Markus Allo
  14. Aris Usi
  15. Muh. Faiz
  16. Yusran
  17. Ayub
  18. Yosafat
  19. M.Ali Akbar
  20. Petrus Ramli
  21. Hardi Ali
  22. Efrandi Hutagaol
  23. Rikki Simanjuntak
  24. Marg Mare

Sebanyak 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), Minggu (2/12/2018).

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI, Yosua Pandit Sembiring, bersama Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar, akan memimpin langsung penyelidikan.

Baca Juga:

Cukup Sedot Kepalanya, Nikmati Kuyung Asem-asem, Santapan Sampingan Suku Anak Dalam

Ini Penjelasan Polisi terkait 31 Pekerja di Dunga Tewas Diduga Dibunuh KKB

Menghitung Peluang Zumi Zola Bebas dari Tuntutan Penjara 8 Tahun? Ini Pasal Jaksa KPK yang Menjerat

Assalamualaikum, Pak, Lindswell Kwok Berhijab, akan Menikah dengan Pria Berbadan Atletis Ini

Diketahui sebelumnya, Polda Papua membenarkan adanya informasi 31 pekerja pembangunan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dibunuh kelompok KKB.

Sebanyak 31 orang yang bekerja perusahaan milik BUMN PT Istaka Karya, yang saat ini bekerja untuk membuka isolasi di wilayah pegunungan tengah Papua itu, sampai saat ini jenazahnya belum bisa diambil.

Sebab, lokasinya jauh dari ibukota Nduga dan Kabupaten Jayawijaya yang terdekat dari wilayah pembangunan jembatan.

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengungkapkan, bersama Kapolda Papua akan langsung ke lokasi terkait informasi 31 pekerja yang dikabarkan tewas dibunuh kelompok KKB.

“Besok saya dengan Kapolda Papua akan menuju pegunungan tengah untuk mengecek kebenaran informasinya. Nanti, kalau informasinya sudah didapat akan kami sampaikan publik,” ungkapnya.

“Kami tahu di lokasi informasi kejadian ini, tidak ada sinyal sama sekali,” ungkap Pangdam ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Presiden Joko Widodo menyimak penjelasan Malik, pimpinan proyek jalan Nduga ke Wamena, di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (31/12). Kunjungan Presiden ke Nduga mendapat pengawalan ketat aparat karena kawasan tersebut masih dianggap rawan dengan gangguan keamanan.
Presiden Joko Widodo menyimak penjelasan Malik, pimpinan proyek jalan Nduga ke Wamena, di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (31/12). Kunjungan Presiden ke Nduga mendapat pengawalan ketat aparat karena kawasan tersebut masih dianggap rawan dengan gangguan keamanan. (KOMPAS/ ANDY RIZA HIDAYAT)

Informasi yang diterima dari berbagai sumber, para pekerja pembangunan jembatan itu diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat salah satu pekerja mengambil foto, hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB.

Hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba membenarkan informasi itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved