Kasus Dana Pengamanan Pilwako Jambi 2018-Ary dan Ilhan Dituntut 8 Tahun Penjara

Karena kalah dalam valas tersebut, Ary kemudian mencairkan dana pengamanan Pilwako Jambi 2018 untuk mendapatkan uang.

Kasus Dana Pengamanan Pilwako Jambi 2018-Ary dan Ilhan Dituntut 8 Tahun Penjara
Tribunjambi/Mareza
Ary Febriansyah (kemeja biru) dan Ilham Taufiq (putih) usai berkonsultasi dengan penasihat hukumnya setelah mendengar tuntutan jaksa. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua terdakwa perkara dugaan penyalahgunaan dana hibah pengamanan Pilwako Jambi, Ary Febriansyah dan Ilham Taufiq kembali disidang di Pengadilan Tipikor Jambi.

Agenda sidang pada Senin (3/12/2018), itu adalah mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jambi.

Dalam tuntutan jaksa, keduanya dituntut dengan dakwaan primer, pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah para terdakwa tetap ditahan," kata jaksa Handoko.

Baca: Banjir, Air Naik Saat Anak SDN 107 Bungo Sedang Ujian

Kedua terdakwa juga dituntut pidana denda Rp 200 juta dengan subsider enam bulan kurungan. Selain itu, keduanya juga dibebankan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 1,266 miliar lebih, dikurangi  uang yang telah dititipkan kepada penuntut umum sebesar Rp 30 juta, dengan subsider enam bulan.

Atas tuntutan itu, tim penasihat hukum terdakwa mengajukan pembelaan tertulis yang akan dibacakan pada persidangan Senin mendatang.

"Untuk pembacaan nota pembelaan, kami persilakan kepada penasihat hukum membacakannya pada Senin, tanggal 10 Desember 2018," kata ketua majelis hakim, Dedy Muchti Nugroho.

Baca: Hendri Sastra Menyesal Tak Baca: Saya Tinggal Bismillah, Tanda Tangan

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Ary Febriansyah selaku bendahara anggaran yang ikut dalam bisnis valuta asing (valas) melalui terdakwa Ilham Taufiq yang bekerja sebagai analis.

Namun karena kalah dalam valas tersebut, Ary kemudian mencairkan dana pengamanan Pilwako Jambi 2018 untuk mendapatkan uang.

Pencairan uang tersebut dilakukan secara bertahap. Adapun dana yang dikorupsi, merupakan dana hibah sebesar Rp 3,86 miliar dari Pemerintah Kota Jambi untuk pengamanan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi tahun 2018.

Hal itu tertuang dalam surat Keputusan Wali Kota Jambi Nomor: 25 tahun 2018 tanggal 04 Januari 2018 tentang Penetapan Penerima dan Besaran Dana Hibah Kota Jambi tahun 2018 untuk Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jambi.

Baca: Perselingkuhan dan Himpitan Ekonomi Jadi Alasan Ratusan Orang di Sarolangun Cerai

Keduanya diduga telah menyalahgunakan dana hibah untuk kepentingan pribadi sehingga perbuatan keduanya merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,53 miliar lebih, sesuai perhitungan Audit BPKP Perwakilan Provinsi Jambi Nomor : SR-161/PW.05/5/2018 tanggal 12 Juli 2018.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved