Perselingkuhan dan Himpitan Ekonomi Jadi Alasan Ratusan Orang di Sarolangun Cerai

Angka perceraian di Kabupaten Sarolangun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Perselingkuhan dan Himpitan Ekonomi Jadi Alasan Ratusan Orang di Sarolangun Cerai
Tribunjambi/Wahyu
Kepala Pengadilan Agama Sarolangun Korik Agustian. 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Angka perceraian di Kabupaten Sarolangun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Penyebab perceraian di Sarolangun bervariasi, namun yang paling dominan adalah soal himpitan ekonomi dan perselingkuhan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Sarolangun, angka perceraian masyarakat umum hingga November mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Baca: Polres Merangin Amankan 4,7 Kg Shabu dan 85 Tersangka Narkoba, Ada Ibu Rumah Tangga

Pada 2017 ada sekitar 285 perkara perceraian, sedangkan tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 296 perkara. Dan dari 296 perkara itu, sudah 284 yang diputuskan.

"Tahun 2018 ini angka perceraian mengalami peningkatan cukup signifikan, hingga kini sudah mencapai 296 perkara, tahun lalu hanya 285. Itu yang sudah terdaftar di pengadilan agama saja,” kata Kepala PA Sarolangun Korik Agustian.

Selain itu kata Korik, jika diklasifikasikan, angka perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS) justru mengalami penurunan.

Baca: Balai TNKS Wajibkan Pendaki Gunung Kerinci Bawa Kantong Plastik untuk Apa? Ini Tujuannya

Pada tahun 2017 lalu, ada 12 perkara perceraian PNS yang masuk ke Pengadilan Agama Sarolangun. Namun sepanjang tahun 2018 ini mengalami penurunan, yakni 6 perkara.

“Untuk golongan PNS (bercerai) mengalami penurunan dari 12 perkara menjadi 6 perkara pada tahun 2018 ini,” paparnya

Menurut Korik, faktor utama penyebab perceraian di Sarolangun adalah persoalan himpitan ekonomi dan perselingkuhan.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved