Tak Lolos Tes SKD, Peserta Tes CPNS 2018 Bungo Masih Ada Harapan

Peserta CPNS 2018 di Bungo yang tidak lolos tes SKD masih ada harapan dengan sistem ranking.

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Jambi/Rohmayana
Peserta mengikuti tes CPNS di Hotel Cayaha Prima, Kamis (11/1). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Peserta CPNS 2018 di Bungo yang tidak lolos tes SKD masih ada harapan dengan sistem ranking.

Wahyu Sarjono, Kepala Badan Kepegawaian Pemgembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya yang disampaikan oleh BKN pusat bagi peserta yang tidak lolos SKD (Seleksi Kemampuan Dasar) yaitu memakai sistem rangking.

Jadi sistemnya nanti adalah perangkingan dari nilai akumulasi di TKP, TIU dan TWK. Perangkingan ini dilakukan per unit kerja formasi.

"Jadi nanti setelah kita rangking, baru nanti kita umumkan siapa nanti yang berhak ikut seleksi selanjutnya," jelas Wahyu.

Baca: Pendidikan di Bungo Bermasalah, Kekurangan Guru hingga Guru Menolak Ditempatkan di Daerah

Wahyu mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah rekonsilidasi data di BKN untuk penetapan siapa yang akan ikut Seleksi Kompetensi Bidang (SKD).

Hanya saja data ini belum dapat kita publikasikan karena kita nanti menunggu pendelegasian dari super admin di BKN. 

"Yang bisa membuka ini adalah admin kita di BKD. Setelah didelegasikan oleh super admin, nanti baru kita akses dan nanti akan kita umumkan sekaligus jadwal dan tempat ujiannya nanti," katanya.

Peserta yang lulus adalah yang mendapat nilai tertinggi dan batas nilai terendah pada angka 255. Peserta yang mendapat nilai di atas 255 akan lebih diprioritaskan ikut seleksi.

“Artinya ada tiga orang dari setiap formasi yang akan dipilih dengan nilai akumulasi tertinggi," jelasnya.

Baca: VIDEO: Detik-detik Kedatangan Zumi Zola di Pemakaman Jenazah Zulkifli Nurdin

Wahyu kemudian mengatakan pada ujian SKD yang lalu sebenarnya nilai tidak perlu tinggi, tetapi yang paling penting adalah lolos passing grade.

Pada tes SKD yang lalu peserta lebih banyak gagal pada tes TKP karena menggunakan passing grade yang tinggi. Padahal pada tahun sebelumnya Passing grade TKP tidak terlalu tinggi.

"Lonjakannya terlalu drastis, itu yang menyebabkan banyak peserta gagal," sebutnya. 

Sementara itu, untuk petunjuk ujian SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) belum diterima oleh pihaknya. Nantinya jika kedua tes sudah dilakukan, nilainya akan diintegrasikan.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved