Proses Pemeriksaan 14 Hari, Seorang Caleg Tanjabtim Terancam Pidana dan Dihapus dari DCT

Diberitakan sebelumnya seorang Caleg, Dapil III Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Timur oleh warga.

Proses Pemeriksaan 14 Hari, Seorang Caleg Tanjabtim Terancam Pidana dan Dihapus dari DCT
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Zulkipli, Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM - Menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran salah satu Caleg dapil III DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang berkampanye di rumah Ibadah, Rabu (28/11) Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar pertemuan dengan Tim Gakkumdu.

Pihak Bawaslu Kabupaten Tanjabtim juga memastikan akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

“Hari ini (kemarin,red), kita sudah melakukan rapat pertama dengan Tim Gakkundu terkait adanya dugaan kempanye salah seorang Caleg ini,” ujar Ketua Bawaslu Tanjabtim Samsedi, Rabu (28/11).

Samsedi menjelaskan, dari hasil kajian Bawaslu, serta pasal-pasal yang dilanggar sudah memenuhi unsur baik materil maupun formil, baik itu pelapor dan siapa yang dilaporkan, tinggal lagi melanjutkan ke tahapan berikutnya untuk pemanggilan terlapor dan pelapor.

Disinggung sanksi terhadap terlapor, Samsedi mengatakan pihaknya belum bisa menetapkan, karena masih bersifat dugaan.

“Jika di pengadilan yang bersangkutan diputuskan bersalah melakukan pidana pemilu bisa dipidana penjara 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp 24 juta. Selain itu yang bersangkutan juga bisa kena sanksi administrasi dicoret dari daftar calon tetap (DCT) pemilu legislatif,” bebernya.

“Yang jelas selama 14 hari kita akan gencar melakukan pemeriksaan, setelah 14 hari kerja kita akan sudah mendapatkan keputusan terkait laporan dugaan kampanye di rumah ibadah tersebut,“ tambahya.

Baca: Dapat Jatah Rp 30 M, Disperkim Kota Jambi Bakal Tambah 1000 Lampu Jalan

Baca: Polah Sang Cucu, Jan Ethes yang Jadi Kebanggaan Presiden Jokowi, Dibandingkan dengan Kaesang

Baca: Pernikahan Crazy Rich Surabayan Mengundang Musisi Dunia Hingga Prewed di 5 Benua

Diberitakan sebelumnya seorang Caleg, Dapil III Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Timur oleh warga.

Oknum Caleg ini dilaporkan karena diduga telah melakukan pelanggaran dengan berkampanye di rumah ibadah. Peristiwa itu terjadi belum lama ini di salah satu mesjid Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara ulu Tanjung Jabung Timur. (kip)

Beberapa Nama Sudah Dicoret

Bawaslu tampaknya bersikap cukup tegas terhadap Caleg yang dianggap melanggar, dari catatan Tribun, baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan untuk Caleg RI, Bawaslu sudah mencoret beberapa nama dari DCT saat terbukti melanggar.

Di tingkat kabupaten, di Muarojambi contohnya, ada Caleg dicoret dari DCT karena yang bersangkutan terbukti masih tercatat sebagai perangkat desa saat ditetapkan masuk DCT.

Di tingkat DPRD Provinsi, ada seorang Caleg juga dicoret karena saat ditetapkan masuk DCT masih tercatat sebagai PNS, sehingga namanya dihilangkan dari surat suara.

Baca: Zumi Zola Curhat Alasan Tinggalkan Dunia Artis, Pilih Politik, Titik Balik Sepulang dari Inggris

Kemudian di tingkat pusat, ada seorang calon anggota DPD RI Dapil Jambi yang dicoret dari DCT, karena terbukti melakukan manipulasi dukungan. (*)

Editor: awang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved