Kartu Langganan Parkir Tak Diminati, Dishub Kota Jambi Gagal Capai Target PAD

Penggunaan Kartu berlangganan parkir dianggap lebih murah dan menguntungkan masyarakat.

Kartu Langganan Parkir Tak Diminati, Dishub Kota Jambi Gagal Capai Target PAD
TRIBUNJAMBI/DARWIN SIJABAT
Tukang parkir di Kota Jambi 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Hingga saat ini pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi kurang dari Rp 5 miliar. Sementara Pemkot Jambi menargetkan PAD pada tahun ini Rp 6 miliar.

Target Pemkot sepertinya sulit untuk diwujudkan mengingat akhir tahun ini hanya tinggal satu bulan. 

Pihak Dinas Perhubungan Kota Jambi mengakui, hambatan untuk mencapai target tersebut adalah program kartu berlangganan yang kurang diminati masyarakat.

Baca: Mengintip Potensi Madu Hutan di Festival Pesona Jambi

Saleh Ridho, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi mengatakan bahwa, hingga pertengahan November 2018, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir sudah mencapai 75 persen atau sekitar Rp 4,5 miliar. Ia menargetkan hingga Desember 2018 PAD yang dikumpulkan mencapai Rp 5 miliar.

“Kita prediksi memang pencapaian hingga Desember hanya berkiasar Rp 5 miliar. Meskipun targetnya Rp 6 miliar. Kendala kita salah satunya adalah kurang diminatinya parkir berlangganan. Sedangkan untuk parkir di dalam kawaasan dan di luar kawasan sudah over target,” ujarnya.

Baca: Zumi Zola Hanya 2 Jam di Prosesi Pemakaman Sang Ayah, Ini yang Terjadi Selama Pukul 01.30-2.30 WIB

Baca: Di Dalam Kubur Ayahnya, Suara Zumi Zola Bergetar Menahan Tangis Saat Azankan Jenazah Zulkifli Nurdin

Padahal menurut Saleh Ridho, penggunaan kartu berlangganan tersebut sangat menguntungkan masyarakat. Sebab hanya dengan memperlihatkan kartu tersebut kepada juru parkir, masyarakat sudah tidak perlu lagi membayar parkir.

“Padahal jauh lebih hemat karena untuk kendaraan roda dua kartu berlangganan tersebut hanya Rp 60 ribu yang berlaku selama 3 bulan. Sedangkan untuk kendaraan roda empat hanya Rp 120 ribu. Dengan menggunakan kartu ini jauh lebih berhemat. Untuk parkir berlangganan kita targetkan PAD mencapai Rp 2 miliar, namun tidak tercapai,” jelasnya.

Dikatakannya nantinya akan ada program yang dilaksanakan untuk meningkatkan PAD dari sektor parkir.

“Seperti pendirian pos pos parkir di mana akan terkoneksi ke sistem penerimaan,” katanya. (*)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved