Cerita Ketum PSSI Pernah Ditawari Uang Suap Rp 1,5 Triliun dan Ingin Keluar dari Jabatan
Nama Ketua Umum PSS, Edy Rahmayadi sejak beberapa waktu menjadi bahan pembicaraan publik.
TRIBUNJAMBI.COM - Nama Ketua Umum PSS, Edy Rahmayadi sejak beberapa waktu menjadi bahan pembicaraan publik.
Itu terkait gagal lolosnya Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2018.
Tidak hanya itu, sejumlah pernyataan Edy juga sempat viral.
Satu di antaranya pernyataan Edy saat ditanya mengenai prestasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.
Edy pun menjawab pertanyaan wartawan, dan mengatakan wartawan harus baik jika ingin timnas baik.
Baru-baru ini sebuah fakta tentang Ketua Umum Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi juga terungkap.
Baca: Apakah Hubungan Asmara Anda dan Pasangan Sehat? Ada 6 Dampak Positifnya
Baca: Dituding Pangkas Dana BOS, Begini Penjelasan Kemenang Muarojambi
Acara Mata Najwa Trans 7, Rabu (28/11/2018) menghadirkan sebuah kajian menarik tentang dunia sepak bola.
Dilansir Tribun Wow (Grup TribunJatim.com), dalam acara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewo Broto menjawab pertanyaan presenter Najwa Shihab, tentang apa yang diperlukan untuk memperbaiki Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI).
"Selain faktor pelatih, apalagi menurut Anda yang seharusnya menjadi perhatian lebih PSSI, kalau kita bicara Timnas dan prestasinya.
Menjawab pertanyaan Najwa Shihab, Gatot mengatakan jika yang terpenting saat ini adalah leadership PSSI.
"Leadership dari Pak Edy," jawab Gatot.
"Apa yang salah dari Pak Edy?," tanya Najwa.
"Pak Edy tidak salah, jadi juga perlu saya luruskan, Pak Edy itu tidak melanggar undang-undang,".
"Dalam UU itu yang dilarang adalah pejabat publik itu menjadi pengurus KONI, dalam hal ini saya bela Pak Edy,".
"Tapi dalam konteks kepatutan, di Jakarta juga banyak menteri yang merangkap jabatan, Pak Wiranto itu (di cabang olahraga) (angkat) besi, Pak Airlangga di (cabor) wushu, kemudian Pak Basuki di (cabor) dayung,".