Waspada Bencana

Cuaca Ekstrem di Tanjabtim, Masyarakat Diminta Waspada

Meski potensi hujan disertai angin kencang diperkirakan hanya terjadi dari 18 hingga 20 November saja sebagaimana rilis yang

Cuaca Ekstrem di Tanjabtim, Masyarakat Diminta Waspada
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI
Angin puting beliung di Tanjabtim telah merusak kediaman warga dan robohnya pepohonan, Minggu (18/11). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Meski potensi hujan disertai angin kencang diperkirakan hanya terjadi dari 18 hingga 20 November saja sebagaimana rilis yang diterima BPBD Kabupaten Tanjabtim, dari BMKG Provinsi Jambi sebelumnya, namun BPBD Kabupaten Tanjabtim tetap meminta masyarakat selalu waspada.  Khususnya warga yang berdomisili di daerah pesisir.

“Sampai saat ini kami belum menerima rilis terbaru dari BMKG Provinsi Jambi, namun kami telah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terkait cuaca ekstrem akhir-akhir ini,” ujar Jakfar, Kepala BPBD Kabupaten Tanjabtim, kepada Tribunjambi.com, pada Selasa (20/11).

Baca: 5.000 KK di Kerinci dan Sungai Penuh Belum Memiliki Buku Nikah, PA Keliling Adakan Sidang Isbat

Dikatakan Jakfar, daerah pesisir Tanjabtim seperti Kecamatan Nipah Panjang, Sadu, Kuala Jambi, dan Kecamatan Muarasabak Timur merupakan daerah yang paling rawan terjadinya bencana alam seperti angin puting beliung, karenanya BPBD berpesan agar masyarakat selalu waspada. “Selalu waspada khususnya bagi warga yang berdomisili di daerah pesisir,” imbuhnya.

Kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak beberapa hari terakhir diguyur hujan disertai angin kencang. Bahkan pada Minggu (18/11) lalu, dua rumah warga di Kecamatan Nipah Panjang rusak, akibat diterjang angin puting beliung. Kemudian jalan lintas Muarasabak-Jambi tepatnya di kawasan zona V pun, terjadi antrean panjang hingga 6 kilometer akibat tumbangnya pohon milik PT. WKS.

“Rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung, dan robohnya sejumlah pohon di zona V kejadiannya hampir bersamaan yakni pada Minggu (18/11) sore lalu sekitar pukul 15.00 WIB,” jelasnya.

Baca: Digadang-gadang Bakal Jadi Tuan Rumah Porprov akan Datang, Ini Tanggapan Pemkab Tanjabtim

Baca: BPBD Bersama Polres Muarojambi Monitoring Daerah Wilayah Banjir di Kabupaten Muarojambi

Akibat tumbahnya sejumlah pohon milik PT. WKS di kawasan Zona V, antrian panjang masih terjadi hingga malam hari. Bahkan menurut Edi, salah seorang warga Tanjabtim yang melintasi daerah tersebut. Dirinya terpaksa berantre ria hingga lima jam lebih, yakni dari pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. “Hampir lima jam, saya terjebak macet di zona lima akibat banyaknya pohon yang tumbang,” kata Edi.

Sementara untuk dua rumah warga Kecamatan Nipah Panjang yang diterjang angin puting beliung, kondisi kedua rumah tersebut mengalami kerusakan dibagian atap rumah. Bahkan salah satu rumah tampak mengalami kerusakan cukup parah, dimana sebagian atap rumahnya terbang diterjang angin.

“Ada dua rumah yang terkena puting beliung, satu rumah mengalami rusak ringan, dan satu lagi mengalami rusak sedang,” ujar Nipah Panjang, Kamaruddin.

Baca: Ini Alasan Dua Caleg Dihapus dari DCT Dapil Kumpeh

Baca: Politik Uang, Penerima Tak Dikenakan Sanksi. Ini Hukuman untuk Pemberi

Baca: Kisah Miris Dibalik Kesuksesan Atlet Muathai Muarojambi Raih 2 Emas, 3 Perak dan 5 Perunggu

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved