Musibah Banjir

Puluhan Hektare Sawah Mengalami Puso Akibat Banjir

Musim penghujan dengan curah tinggi berakibat pada hasil pertanian di Kabupaten Batanghari. Dinas Pertania Tanaman Pangan

Puluhan Hektare Sawah Mengalami Puso Akibat Banjir
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Meski banjir sempat merendam sekira 210 hektare persawahan, belum terjadi puso di Kabupaten Batanghari, Selasa (13/11). Itu lantaran air hanya menggenang beberapa hari saja. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Musim penghujan dengan curah tinggi berakibat pada hasil pertanian di Kabupaten Batanghari.  Dinas Pertania Tanaman Pangan Kabupaten Batanghari sudah menerima laporan beberapa area pertanian padi warga mulai terkena puso, Minggu (18/11).

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjambi.com dari Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura mencatat, sedikitnya terdapat puluhan hektare lahan pertanian warga mengalami puso.

Baca: Satu Rumah dan Satu Pohon Roboh di Bungo , BPBD Imbau Warga Waspada

"Jumlah area pertanian yang terkena puso bervariasi dan tersebar di beberapa kecamatan. Untuk menghindari kerugian lebih besar, dinas pertanian menyarankan petani melakukan panen lebih awal pada tanaman siap panen," ujar Kabid Produksi Pertanian, Isnen. Hal tersebut mengingat intensitas curah hujan saat ini masih cukup tinggi. Pihaknya menyarankan agar petani memanen padi yang sudah cukup umur lebih awal.

"Dari laporan yang kita terima, sudah ada yang terkena puso mencapai puluhan hektare," Jelasnya.

Lebih lanjut area yang terkena puso menyebar, diantaranya di Kecamatan Muarabulian, tanaman salibu (tanaman anak); Kecamatan Bathin XXIV seluas 30 hektare, kemudian Pemayung sekitar 20 hektare. Padi Salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas (dipangkas). Tunas akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah. Tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa.

“Sementara ini kita masih menghitung nilai kerugian akibat puso tersebut. Ini memerlukan penghitungan dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),” terangnya.

Baca: 5,4 Persen Warga Belum Rekam Data E-KTP

Baca: Peran Perempuan di Era Pesta Demokrasi Dibahas di Tebo

Selain itu, lanjutnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Batanghari, tengah berupaya mendapatkan bantuan untuk para petani yang tanaman padianya terkena puso.

“Saat ini kita belum menyalurkan bantuan kepada petani yang terdampak puso. Nanti akan kita upayakan bantuan itu,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved