Pelanggaran Naik 110 Persen. Hari Akhir Operasi Zebra di Bungo, Polisi Keluarkan 222 Tilang

Dherry mengatakan, jumlah pelanggaran sepanjang operasi zebra ada 3027 pelanggaran.

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Deni Satria Budi
tribunjambi/jaka
Belasan kendaraan terjaring razia ditilang karena melanggar rambu dilarang putar balik 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Pelanggaran yang ditemukan pada operasi zebra di Bungo tahun ini, lebih tinggi 110 persen. Hal ini dikatakan oleh AKP Dherry Fajariandhono, Kasat Lantas Polres Bungo, Senin (12/11).

“Per hari nya selama dua minggu ini pelanggaran yang ditemukan selalu pada kisaran 250 tilang. Pada minggu kedua jumlahnya tetap di sekitar 250 tilang,” ungkapnya.

Dherry mengatakan, jumlah pelanggaran sepanjang operasi zebra ada 3027 pelanggaran.

Razia Zebra sudah dimulai. Polantas sibuk patroli, tapi di sela patrolinya ada seorang Polantas yang menolong seorang nenek menyeberangi jalan lintas di sekitaran simpang 4 Kantor Samsat Kecamatan Pasar Muaro Bungo. (30/10/2018).
Razia Zebra sudah dimulai. Polantas sibuk patroli, tapi di sela patrolinya ada seorang Polantas yang menolong seorang nenek menyeberangi jalan lintas di sekitaran simpang 4 Kantor Samsat Kecamatan Pasar Muaro Bungo. (30/10/2018). (tribunjambi/jaka hendra baittri)

“Tahun lalu sekitar 1500 pelanggaran,” ungkapnya.

Lokasi pelanggaran kata Dherry, yang terjadi juga di tempat yang sama. Dia mengatakan, sebanyak 60 persen pelanggaran adalah pengendara roda dua. Sisanya roda empat.

“40 persen pelajar. Karena belum cukup usia dikasih kendaraan,” ujarnya.

Baca: Heboh, Ditemukan Surat Misterius Michael Jackson, Ungkap Kejadian Sebelum Kematiannya

Selain itu ada pula pelanggaran kategori helm, bonceng tiga dan tidak mempunyai surat izin mengemudi. Dan, tidak membawa surat kendaraan. Dherry mengatakan, pada hari terakhir operasi zebra 2018, ada 222 kendaraan yang dirazia ketika patroli.

“Kami tindak tegas karena ingin warga terhindar dari laka lantas sedikit banyak,” katanya.

Dherry mengimbau agar warga semakin taat pada peraturan lalu lintas.

“Juga sayangilah anak dengan cara yang benar,” katanya.

Baca: Perumnas Tawarkan Rumah Tipe 30 di Mendalo

Baca: 7 Artis Indonesia yang Berpredikat Jomblo Bahagia, Mana Idola Kalian?

Dia mengatakan tingkat kecelakaan yang tinggi berasal dari kecelakaan lalu lintas. Menurutnya operasi ini adalah shock teraphy, tapi kenyataannya dua minggu operasi tetap saja banyak yang melanggar.

“Mungkin kalau satu bulan ada total 10 ribu pelanggar,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved