Data Pemilih di Kota Jambi, Sangat Riskan. Bawaslu Fokus Pengawasan Data Pemilih

Sebelumya Bawaslu RI sebut Daftar Pemilih Tetap pemilu legislatif dan presiden di Jambi masih bermasalah.

Data Pemilih di Kota Jambi, Sangat Riskan. Bawaslu Fokus Pengawasan Data Pemilih
tribunjambi/andika arnoldy
Sosialisasi pengawasan pemilu legislatif dan presiden, di Hotel Wiltop, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Andika Arnoldy

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Data pemilih saat pemilihan umum legislatif sangat riskan. Soalnya banyak masalah yang terjadi pada data pemilih ini. Sehingga Bawaslu Kota Jambi harus fokus pada persoalan ini.

Pimpinan Bawaslu kota Jambi, Hasbullah mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada pengawasan daftar pemilih. Bawaslu mencari informasi masyarakat yang belum terdaftar dengan melakukan verifikasi faktual ke lapangan.

Baca: Branded Sale dan Crazy Denim di Ramayana, Hingga 70 Persen

" Saat ini tensi politik sangat tinggi, apalagi terkait dengan hak pilih seseorang, jika ada yang punya hak pilih tapi tak terdaftar maka itu akan jadi masalah," ujar Hasbullah.

Hasbullah mengatakan data pemilih sangat riskan ini juga terkait dengan pemilihan serentak yakni pemilihan legislatif, DPD dan presiden. Sehingga tak pelak akan terjadi gesekan.

Beberapa persoalan yang menjadi titik fokus terkait daftar pemilih yakni data melalui sistem data pemilih (Sidalih) pemutakhiran data dari hak pilihnya, pemilih ganda dan pemilih fiktif.

Baca: Diminta Gubernur Bantu Relokasi Angso Duo, Fasha- Maulana Siap Membantu

" Pemilih ganda masih banyak terjadi, itu akan diverifikasi kembali," katanya.

Sebelumya Bawaslu RI sebut Daftar Pemilih Tetap pemilu legislatif dan presiden di Jambi masih bermasalah. Maka sebaiknya hal itu segera diperbaiki.

Pimpinan Bawaslu RI Afifuddin mengatakan pihaknya sedang menyoroti DPT. Karena saat ini masih dalam tahapan perbaikan DPT HP. Dia bilang agar semua masyarakat yang punya hak pilih agar dapat terdata dengan baik.

Baca: Curah Hujan Tinggi, Dua Lokal SDN 84 Terendam Banjir

" Kita fokus perbaikan data DPT, Jambi saat ini masih bermasalah," ujar Afifuddin saat kunjungan ke Jambi.

Afifuddin mengatakan pihaknya fokus pada warga yang mempunyai e KTP namun belum terdaftar di DPT. Selain itu juga pemilih anomali yang belum terverifikasi.

Baca: Meski Belum Ada Laporan, BPBD Imbau Masyarakat Untuk Waspada

"Kita menemukan di Papua misalnya, satu orang punya 26 KTP. Nah ini kita khawatirkan akan muncul juga di daerah lain seperti Jambi," ujarnya.

Dia mengatakan DPT ini akan kembali diplenokan secara nasional pada 18 November mendatang. Di sana akan dilihat sejauh mana perbaikan DPT HP ini diproses. (*)

Penulis: andika
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved