Soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswinya, Ini Tanggapan UGM

Seorang mahasiswi Fisipol UGM berinisial AN diduga menjadi korban pelecehan saat mengikuti KKN di Pulau Seram.

Soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswinya, Ini Tanggapan UGM
(Humas UGM)
Universitas Gadjah Mada taih peringkat ke-74 sebagai universitas terbaik di Asia versi Quacquarelli Symonds (QS). 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang mahasiswi Fisipol Universitas Gadjah Mada ( UGM) berinisial AN menjadi korban pelecehan saat mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, sekitar 2017 lalu.

Mirisnya, pelecehan itu diduga dilakukan oleh rekan KKN-nya yang berinisial HS, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani saat dikonfirmasi mengakui jika kejadian tersebut benar terjadi.

"Kasus seperti yang diberitakan di Balairungpress itu memang pernah terjadi. UGM menaruh empati yang luar biasa kepada penyintas yang menjadi korban, kami juga merasa prihatin dengan kejadian itu," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (06/11/2018).

Baca: Ikut Menculik dan Menganiaya Warga di Medan, Seorang Polisi Ditangkap

Iva menjelaskan, setelah mengetahui kejadian tersebut, UGM langsung melakukan tindakan dan penanganan. Salah satunya adalah membentuk tim investigasi independen.

Tim independen ini dibentuk melalui surat keputusan rektor untuk menyelesaikan kasus tersebut. Tim investigasi independen ini berisikan dari dosen Fisipol, dosen Fakultas Teknik dan dosen Fakultas Psikologi.

Menurutnya, tim independen juga sudah bertugas melakukan investigasi langsung ke lapangan. Tim investigasi independen juga telah memberikan rekomendasi-rekomendasi yang juga sudah dijalankan oleh UGM. Salah satunya, memberikan pendampingan kepada korban.

"Kami melakukan pendampingan berkelanjutan kepada korban. Sanksi pelaku waktu itu juga langsung ditarik dari KKN," urainya.

Baca: Akibat Kelelahan Berenang, Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus Sungai Singingi

Tim investigasi independen juga telah mempertemukan semua pihak untuk berdialog dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kemarin kami melihat persoalan sudah selesai, sudah didiskusikan dan ketemu dengan semua pihak," imbuhnya.

Iva menuturkan, akan menindaklanjuti keluhan penyintas yang disampaikan dalam pemberitaan Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung. UGM akan segera mengambil langkah-langkah demi memberikan keadilan kepada korban.

"Kami bisa menangkap, mungkin masih ada ganjalan yang dirasakan oleh penyintas, karena itu UGM akan mengambil langkah-langkah karena keadilan itu harus ditegakkan," bebernya.

"Pada intinya UGM membantu dan mengawal penyintas ini untuk mendapat keadilan se adil-adilya, itu prinsipnya," imbuhnya.

Baca: Ibu Tuti Tursilawati: Mengapa Anak Saya Dihukum Mati? Dia yang Diperkosa

Langkah-langkah yang akan diambil, lanjutnya, UGM akan langsung menemui korban. UGM juga akan mengambil langkah tegas dengan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Langkah-langkah hukum akan kami ambil selanjutnya agar penyintas mendapatkan keadilan. Kita percayakan proses ini kepada yang berwenang," pungkasnya.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved