Ketika Kim Jong Un Ikuti Prinsip Ala Soeharto yang Makin Populer Tawarkan Solusi Damai

Presiden Soeharto, dalam menyelesaikan masalah, terkenal dengan prinsip Jawa, "nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake".

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Ist
Kim Jong Un dan Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM - Jika diamati, langkah pemimpin Korut, Kim Jong Un, yang berubah drastis ketika menyelesaikan masalah nuklir dan Perang Korea dengan Korsel dan AS, mirip cara-cara Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto, dalam menyelesaikan masalah, terkenal dengan prinsip Jawa, "nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake".

Baca: Dibenci Karena Sering di Luar Komando Namun Soeharto Jadi Jenderal yang Dipercaya Soekarno

Baca: Petugas Kaget setelah Dobrak Kamar Aneh di Lantai 3 Kincai Plaza, selain Kasur Karaoke Ada Muncul

Makna kalimat itu kurang lebih "memenangkan perang atau pertikaian tanpa mengirimkan pasukan dan musuh yang sudah dikalahkan juga merasa tidak direndahkan".

Ketika Kim Jong-un memutuskan nglurug atau berkunjung ke China sebelum bertemu Presiden Korsel Moon Jae-in di Panmunjom (27/4), Kim Jong-un telah memberi sinyal bahwa dirinya yang digambarkan sebagai ‘orang yang sangat menginginkan perang nuklir’ ternyata punya niat baik untuk menyelesaikan konflik dengan AS-Korsel secara damai.

Sinyal itu ternyata diterima positif oleh Korsel, sehingga Presiden Moon Jae In pun menyambut dengan antusias kedatangan Kim Jong Un yang bisa dikatakan tanpa membawa pasukan itu.

Hasil pertemuan tingkat tinggi dengan Korsel juga mencerminkan bahwa Korut telah meraih kemenangan karena sudah terhindar sama sekali dari ancaman serangan militer Korsel-AS.

Dengan komitmen Kim Jong Un yang ingin menghentikan program nuklir Korut dan menyelesaikan Perang Korea secara damai, Korsel yang langsung menerima komitmen pun menerimanya dengan senang hati dan seolah melupakan ‘kejahatan-kejahatan’ Korut terhadap Korsel selama ini.

Baca: Soeharto, Anak Broken Home yang Masa Kecilnya Sangat Doyan Naik Kerbau

Baca: Kalyana Anjani Lulus ITB di Usia 18 Tahun 11 Bulan, Leap Time jadi Kisah Inspiratif

Baca: Peziarah Akan Diusir Bila Tak Ikuti 10 Aturan ini Saat Berkunjung ke Makam Soeharto

Korsel seolah melupakan militer Korut yang pernah menggempur pulau terdepan Korsel, Yeonpyeong pada 2010 menggunakan meriam artileri dan menyebabkan sejumlah warga Korut tewas.

Pada tahun yang sama, kapal perang Korsel, Cheonan, juga ditenggelamkan oleh kapal selam Korut menggunakan torpedo dan mengakibatkan 46 pelaut Korsel tewas.

Korsel yang mau menerima tawaran damai dari Korsel tanpa mengungkit-ungkit masa lalu benar-benar membuat Kim Jong Un berhasil meraih kemenangan politis tanpa perlu mengerahkan kekuatan militer.

Dengan AS pun Kim Jong Un telah menunjukkan kemenangannya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi para perwira militer menyaksikan latihan pasukan khusus negeri itu.(STR / KCNA VIA KNS / AFP )
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi para perwira militer menyaksikan latihan pasukan khusus negeri itu.(STR / KCNA VIA KNS / AFP ) 

Presiden AS, yang selama ini direndahkan oleh Kim Jong Un, itu ternyata bersedia bertemu Kim Jong Un di Panmunjom dan memuji sikap Kim Jong Un yang mau berdamai itu sebagai ‘orang yang patut dihargai’ (honorable).

Presiden Donald Trump yang bersedia datang ke Panmunjom sebenarnya sudah menunjukkan ‘kekalahan’.

Pasalnya bertemu Kim Jong Un di perbatasan Korut-Korsel sebenarnya mencerminkan Donald Trump yang ‘sowan’ kepada Kim Jong Un, lantaran sikap diktator Korut itu telah berhasil menyenangkan hati Trump.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). (AFP/Saul Loeb)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). (AFP/Saul Loeb) (kompas.com)

Atas keberhasilan Trump menyeselesaikan konflik AS-Korut secara damai, rakyat AS memang telah dibuat senang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved