Peziarah Akan Diusir Bila Tak Ikuti 10 Aturan ini Saat Berkunjung ke Makam Soeharto

Dalam bangunan pendopo besar di tengah komplek ini, jasad Tien Soeharto dan sang suami, Soeharto disemayamkan.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ibu Tien Soeharto (bombastis.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah komplek pemakaman yang asri dan berada di puncak bukit ini memiliki bangunan yang megah dengan unsur budaya Jawa yang kental.

Komplek pemakaman itu disebut dengan Astana Giri Bangun.

Baca: Disediakan Waktu 40 Hari untuk Proyek ME di RSUD Raden Mattaher yang Belum Ditender

Baca: FOTO-FOTO Kamar Aneh Kasur Karoke di Lantai 3 Kincai Plaza, Petugas Gedor Pintu

Berlokasi di Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, suasana asri di Giri Bangun ini ditambah pula dengan sejuknya udara dan kabut tipis yang turun saat hari menjelang sore.

Dalam bangunan pendopo besar di tengah komplek ini, jasad Tien Soeharto dan sang suami, Soeharto disemayamkan.

Makam ini juga berada di komplek yang sama dengan Astana Mangadeg, sebuah komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran yang berada di bukit yang lebih tinggi.

Di Astana Mangadeg, ada makam Mangkunegaran I ataui Pangeran Sambernyawa, Mangkunegaran II dan Mangkunegaran III.

Astana Giri Bangun selalu ramai dikunjungi para peziarah yang ingin mendoakan mantan presiden Indonesia itu.

Tak heran, saat hari libur, biasanya banyak bus pariwisata yang datang membawa rombongan peziarah.

Baca: Satgas TMMD ke-103 Kodim 0419/Tanjab Ajak Siswa Yasinan dan Tahlilan

Baca: Yonif 1 Marinir Juara Pertama Halang Rintang Binsat Marinir 2018

Menurut juru kunci Astana Giri Bangun, banyak pula para calon anggota dewan atau calon pemimpin yang datang berkunjung.

Namun, pengunjung tidak diperkenankan bertingkah sembarangan.

Ada 10 aturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung jika ingin masuk dalam pendopo makam Soeharto.

Makam Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun di Karanganyar, Jawa Tengah. (TRIBUNSOLO.COM / LABIB ZAMANI)
Makam Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun di Karanganyar, Jawa Tengah. (TRIBUNSOLO.COM / LABIB ZAMANI) 

1. Semua peziarah wajib membawa surat izin ziarah yang bisa didapatkan setelah mendaftarkan jumlah rombongan dan keperluan datang.

2. Berpakaian pantas dan rapi sesuai kepribadian bangsa.

Pakaian resmi: batik, busana muslim atau seragam organisasi. Tidak boleh berdandan berlebihan atau memakai perhiasan mencolok.

Tidak boleh memakai rok atau celana pendek dan harus melapisi dengan sarung jika datang menggunakan celana pendek.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved