Masih Ingat Kasus Penguburan Bayi di Batanghari? Orangtua Kandung Akhirnya Diusir dari Kampung

"Pengusiran itu memang kesepakatan masyarakat sinilah, mereka jugo sudah kesal dengan laku sang bapak ..."

Masih Ingat Kasus Penguburan Bayi di Batanghari? Orangtua Kandung Akhirnya Diusir dari Kampung
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Kasus penguburan bayi di RT 22, Kelurahan Sridadi, Batanghari. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Masih ingat kasus penguburan bayi yang dilakukan orangtua kandungnya di Batanghari? Kini, pasutri muda yang merupakan orangtua bayi harus menerima diusir warga.

Informasi yang diperoleh tribunjambi.com dari rukun warta (RW) setempat, pascadibebaskan kepolisian karena terbukti tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat kematian si bayi, keduanya langsung diusir sesuai kesepakatan warga sebelumnya.

"Sudah bayi itu selesai dimakamkan, langsung kito usir keduo orang tuonyo dari RT 22, Kelurahan Sridadi, Batanghari. Disaksikan bapaknyo dan dengan surat perjanjian diatas materai," ujar Juorianto, RW 06, Senin (15/10).

Dia mengatakan pengusiran tersebut berdasarkan kesepakatan warga. Mengingat selain tindakan penguburan bayi yang dilakukan oleh sang ayah yang dinilai tidak menghargai manusia. Juga keseharian bapak dari sibayi yang terkenal tidak bermasyarakat bahkan cenderung meresahkan.

"Pengusiran itu memang kesepakatan masyarakat sinilah, mereka jugo sudah kesal dengan laku sang bapak (Guntur). Karena kerap bermain judi di rumah tersebut dan membawa orang asing," jelasnya.

Selain pengusiran, warga juga membongkar rumah yang sebelumnnya ditempati pasangan tersebut. Tentunya dengan alasan dan sepengetahuan dan persetujuan dari pihak keluarga.

"Karena sudah diusir dari warga mereka masih kerap kembali ke rumah tersebut, karena warga kesal, akhirnya solusi pembongkaran dilakukan," tuturnya.

Pascapembongkaran dan pengusiran, warga pasutri tersebut hidup berpindah-pindah ke tempat saudara, baik saudara pasangan laki-laki maupun perempuan.

Hingga saat ini, pasutri tadi masih belum juga memiliki identitas diri.

Baca: Update CPNS 2018 - Cara Simpan Kartu Informasi Akun sscn.bkn.go.id Versi Terbaru

Baca: Update CPNS 2018 - Hari Terakhir Pendaftaran 15 Oktober 2018, Ini Jadwal Tahapan Seleksi Selanjutnya

Baca: Ngerinya Pasukan Raider Pemburu Gerilyawan yang Mampu Tidur Diguyuran Hujan Deras dengan Alas Matras

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved