Ratusan Permohonan Paspor di Imigrasi Kerinci Ditangguhkan, Ternyata Ini Sebabnya

Januari-Agustus 2018, tercatat sebanyak 112 pengajuan paspor seperti untuk tujuan Malaysia belum bisa diterbitkan.

Ratusan Permohonan Paspor di Imigrasi Kerinci Ditangguhkan, Ternyata Ini Sebabnya
Tribun Jambi
Kantor Imigrasi Kelas III Kerinci. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kantor Imigrasi Kelas III Kerinci, mendeteksi masih ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non-prosedural di Kabupaten Kerinci. Itu dibuktikan masih ratusan pemohonan pembuatan paspor ditangguhkan Imigrasi Kerinci.

Dari data dari Kantor Imigrasi kelas III Kerinci, dari Januari-Agustus 2018, tercatat sebanyak 112 pengajuan paspor seperti untuk tujuan Malaysia belum bisa diterbitkan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas Tiga Kerinci, Azhar, mengatakan penangguhan penerbitan paspor sebanyak 112 tersebut karena ditolak sistem di kantor Imigrasi Kerinci.

"Ya, bukan dari kita yang menangguhkan pengajuan permohonan paspor melainkan sistem yang terhubung dengan Dirjen keimigrasian di Pusat. Sistem online ini terintegrasi kepada seluruh kantor Imigrasi yang ada di Indonesia dan pusat di sana," jelasnya.

Dia menyebutkan penangguhan sendiri beragam waktunya. Bisa saja selama enam bulan, satu tahun bahkan dua tahun. Hal ini tergantung pada berat dan ringannya persoalan pemohon itu sendiri.

"Alasan kenapa pemohon ditangguhkan penertiban paspor, salah satu alasannya karena ada indikasi TKI non prosedural," tambahnya.

Dia mengatakan indikasi menjadi TKI non prosedural tersebut bisa dilihat dari pemohon yang mengajukan permohonan pembuatan paspor memberikan data yang tidak sesuai.
Misalnya, pertama pembuatan paspor bernama Amir, dan pengajuan kedua namanya Udin. Hal ini terlihat pada sistem jika ada nama yang beda.

"Seperti saat wawancara kepada pemohon, Rata-rata mereka ingin pergi ke Malaysia namun tidak tahu alamat jelas di negera tersebut. Tentu, penerbitan paspor ditangguhkan sampai pemohon melengkapi persyaratannya," ucapnya.

Dia menerangkan upaya yang dilakukan pihaknya tersebut, untuk menghindari tindak pidana penjualan orang di negara lain.

"Kalau pemohon pembuatan paspor jelas tujuannya dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan maka kita tidak akan mempersulit," ujarnya.

Baca: Wabup Tebo Minta Garapan Proyek Jalan Padang Lamo Dipercepat, Kondisi Bikin Macet

Baca: Update CPNS 2018 - Alur Pendaftaran CPNS 2018 Via sscn.bkn.go.id

Baca: Naik Lagi, Berikut Harga Sawit di Provinsi Jambi Minggu Ini

Penulis: heru
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved