Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat Hadirkan Pakar Statistik dan Pakar Kesehatan Terkemuka di Jambi

Seminar ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi peserta yang mayoritas menggeluti bidang kesehatan

Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat Hadirkan Pakar Statistik dan Pakar Kesehatan Terkemuka di Jambi
IST
Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat dengan tag line "benarkah p-value is dead?", dan tema "Memaknai Data Hasil Penelitian Secara Bijak untuk Perencanaan Pembangunan Bidang Kesehatan" dilaksanakan hari (Sabtu, 08/9) di ruang pola kantor walikota Jambi.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Jambi Drs. Rd. Erwansyah, MM, turut hadir Ketua Yayasan Harapan Ibu Jambi, perwakilan dari LPPM Unja, Ketua Harian Ikatan Alumni Universitas Indonesia/ILUNI UI (Dr.dr. Maulana, M.K.M), dan perwakilan dari IAKMI Wilayah Jambi.

Seminar Sehari yang dihadiri oleh lebih dari 275 peserta dan di dukung serta diikuti bersama Stikes Harapan Ibu Jambi, LPPM UNJA, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jambi, PEMKOT JAMBI, ILUNI UI JAMBI dan didukung oleh BRI cabang Jambi.

Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi
Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi (IST)

Seminar ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi peserta yang mayoritas menggeluti bidang kesehatan bahwa statistik sebagai tools dalam analisis data harus digunakan secara bijak dan di harapkan kebijakan dan perencanaan program kesehatan berbasis data, dan dilakukan melalui analisis situasi serta strategi yang tepat.

Narasumber Seminar ini diwakili adalah Dr. Besral, SKM., M. Sc (Nara Sumber dari Universitas Indonesia), Dr. Solha Elrifda, S.Pd., M.Kes (Dosen Poltekkes Kemenkes Jambi) dan Dr. Ummi Kalsum, SKM. MKM. (Dosen Prodi Kesmas FKIK Universitas Jambi).

Seminar yang berlangsung pukul 09:00 Wib di Ruang Pola Walikota Jambi ini berjalan dengan antusias dan masing – masing pembicara menyampaikan materi bidang kesehatan di era saat ini.

Seperti halnya Dalam Seminar sehari ini Dr. Besral, SKM., M. Sc mengatakan “Statistik merupakan alat bantu (tools), penggunaannya harus hati-hati sesuai substansi dan Hasil analisis lanjut profil kesehatan dapat dimanfaatkan untuk formulasi perencanaan program kesehatan berbasis bukti”.

Adapun sasaran pemanfaatan data rutin (facility base) dan data hasil2 survei/penelitian (community base) untuk formulasi program dan kebijakan kesehatan berbasis bukti sangatlah tepat jika digunakan dalam analisis lanjut perencanaan dan profil kesehatan.

Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi
Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi (IST)

Hal selaraspun di sampaikan oleh Dr. Solha Elrifda, S.Pd, M.Kes (Dosen Poltekkes Kemenkes Jambi) bahwa “Program Indonesia Sehat itu harus berkesinambungan dengan 3 pilar: paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan pendekatan Continuum Of Care & “Life Cycle” dan menjadikan keluarga sebagai fokus kesehatan”.

Dengan demikian perencanaan kesehatan harus mempertimbang hal tersebut dan melalui tahap perencanaan yg tepat: Situation analysis, assessment of need, targetting, dan implementation. Selain itu perencanaan harus berbasis bukti.

Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi
Seminar Sehari Kesehatan Masyarakat menghadirkan Pakar statistik dan Pakar bidang kesehatan terkemuka di Jambi (IST)

Dr. Ummi Kalsum, SKM. MKM. (Dosen Prodi Kesmas FKIK Universitas Jambi) ia menyampakaikan bahwa “Ada 3 (tiga) program prioritas kesehatan yaitu Percepatan Eliminasi TB Paru, Penurunan Stunting serta Peningkatan Mutu dan Cakupan Imunisasi”.

Dari 3 (tiga) program prioritas kesehatan itu Data WHO Global TB Report 2016, Indonesia posisi ke-2 dengan beban TBC tertinggi dan perlu di ketahui juga bahwa TBC merupakan penyebab kematian tertinggi ke-2.
Masih banyak kasus belum terjangkau dan terdeteksi yang belum terlaporkan.

Oleh sebab itu dalam Seminar Ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada Praktisi kesehatan, Pelajar dan Mahasiswa yang aktif dalam dunia Kesehatan dapat dengan bijak dan rasional menggunakan statistik sebagai tools yang penting dan perencanaan program kesehatan berbasis data dapat dilakukan melalui analisis situasi yang tepat pula.

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved