Pencinta Alam Tolak Pembangunan Tangga ke Gunung Tujuh

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci membangun ribuan anak tangga menuju objek wisata Danau Gunung Tujuh.

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
IST
Bhikku dan tujuh orang umat, didampingi oleh Disbupar Provinsi Jambi dan dan Disbudpar Kabupaten Kerinci mengambil air suci di Danau Gunung Tujuh Kerinci, Selasa (2/5) 

Laporan Wartawan TribunJambi.com Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci membangun ribuan anak tangga menuju objek wisata Danau Gunung Tujuh. Namun pembangunan tersebut mendapat penolakan dari para pencinta alam yang ada di Kabupaten Kerinci.

Penolakan oleh para pencinta alam tersebut, karena menganggap pembangunan tangga akan merusak keaslian hutan yang masuk dalam TNKS tersebut.

Baca: VIDEO: Kejari Sarolangun Musnahkan Ganja dan Senjata Rakitan

“Ya, kita menolak adanya pembangunan tangga ke gunung tujuh. Dan kemarin pembangunan distop karena akan ada peninjuan terlebih dahulu,” ujar beberapa orang pencinta alam kepada Tribunjambi.com, Jumat (31/8).

Sebenarnya sebut mereka, pihaknya akan turun menggelar aksi penolakan ke lokasi pada Jumat ini. Namun hal itu urung dilakukan karena terlebih dahulu, pihak terkait dari dinas pariwisata dan BBTNKS dan lainnya telah mengadakan pertemuan membahas persoalan tersebut.

“Kami dapat informasi untuk pembangunan menggunakan alat hanya 300 meter dari pintu masuk, selebihnya dilakukan secara manual,” jelasnya.

Sebenarnya lanjutnya, walaupun dilakukan secara manual mereka juga sangat menyayangkan adanya pembangunan tangga ke Gunung Tujuh. Karena sesuai dengan UU, mengubah benteng alam itu tidak diperbolehkan.

“Kalau pembangunannya hanya sampai 300 meter kita masih bisa terima. Tapi kalau hingga ke atas kita memang tidak setuju,” ungkap mereka lagi.

Baca: Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Cabai Merah Turun jadi Rp 18 Ribu/kg

Baca: Tolak Deklarasi Ganti Presiden, Gerakan Anak Jambi Minta Kapolda Tak Memberi Izin

Kepala Disparbudpora Kerinci, Ardinal dikonfirmasi terkait dengan adanya penolakan pembangunan tangga ke Gunung Tujuh membenarkannya. Namun terkait hal itu sudah digelar pertemuan dengan beberapa pihak terkait dan sudah tidak ada persoalan lagi.

“Kemarin sore sudah ada pertemuan pihak TNKS, Dispar dan penggiat pariwisata. Semuanya sudah oke,” kata Ardinal yang mengaku tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu Kasi BBTNKS Kerinci, Nurhamidi mengatakan, untuk pekerjaan pembangunan tangga ke Gunung Tujuh yang sedang dilakukan pihaknya meminta untuk berhenti sementara. Sebab pihaknya ingin terlebih dahulu mengelar pertemuan baik dengan pemkab maupun dengan BBTNKS itu sendiri.

Ia menyebutkan, untuk pekerjaan pembangunannya, hanya sepanjang 250 meter yang boleh menggunakan alat berat. Selebihnya harus dilakukan dengan manual. Tidak boleh menggunakan alat.

Baca: Ada Road Show Deklarasi Ganti Presiden, Kuswahyudi: Yang Meresahkan Masyarakat Kita Tindak

Baca: Simpan Sabu di Rumah, Pria dan Wanita Ini Digeledah Satresnarkoba Polres Sarolangun 

Baca: Jamal Mirdad Kabur dari Lapas Gunakan Motor Pengunjung

Selain tidak boleh menggunakan alat berat dalam melakukan pekerjaan. Pihak BBTNKS juga melarang melakukan penumbangan pohon yang ada di hutan tersebut.

“Dalam pekerjaannya, tidak ada pohon yang ditumbangkan. Itu sudah ada dalam perjanjiannya,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved