Seramnya Kopassus, Lebih Mengerikan Lagi Sat-81 Kopassus yang Pernah Buat Teroris Kelabakan

TNI AD melalui pasukan khususnya, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi sangat disegani lewat keberhasilannya menjalani misi-misi besar

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kaskus
Sat-81 Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - TNI AD melalui pasukan khususnya, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi sangat disegani lewat keberhasilannya menjalani misi-misi besar.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi satu diantara pasukan yang disegani.

Kemampuan dan keterampilan bertempur satu diantara tentara elite TNI AD ini bikin musuh bergidik mendengarnya.

Baca: Lewati Lembah Kematian, Dunia pun Tertegun saat Kopassus Buyarkan 3.000 Pemberontak Dalam Sekejap

Baca: Jadi Perbincangan Dunia, Datang ke Markas TNI dan Disambut Aksi Kopassus, Pejabat AS Terkagum-kagum

Namun tahukah Anda pasukan khusus ini ternyata mempunyai unit yang lebih khusus yang diisi para prajurit terbaik Kopassus.

Misi yang dijalankan juga tak main-main, penuh risiko dan bertaruh nyawa.

Sebagai pasukan khusus TNI AD yang sangat terlatih, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memang penuh rahasia.

Baik dari segi latihan dan operasi tempurnya, sepak terjang Kopassus memang sangat dirahasiakan.

Sebagai gambaran, seorang wanita yang bersuamikan seorang prajurit Kopassus sudah sangat biasa ditinggal pergi suaminya tanpa memberitahukan jenis apa tugasnya dan juga lokasinya.

Kadang para prajurit Kopassus sendiri baru diberi tahu jenis dan lokasi misi tempurnya saat berada di pesawat terbang atau kapal laut yang mengangkutnya.

Kopassus saat pembebesan sandera di pesawat
Kopassus saat pembebesan sandera di pesawat (kolase/TribunJambi)

Tapi Kopassus masih memiliki pasukan antiteror yang dikenal sebagai Satuan Penanggulan Teror (Gultor) 81 yang baik misi tempur maupun misinya, bahkan para personelnya juga sangat dirahasiakan.

Hanya saja untuk ukuran Indonesia, Sat-81 meski sangat rahasia dan berada di bawah Kopassus TNI AD telah menjadi kiblat pasukan khusus lokal.

Mulai soal latihan, kemampuan, perlengkapan hingga persejataan, dan teknik operasi-operasi senyapnya.

Dari sejarahnya keputusan mendirikan Gultor tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 GA 206 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981.

Soal pembebasan Woyla ini, sejumlah literatur menyebutkan bahwa kesuksesan operasi melibatkan four-man squad Delta Force, AS.

Namun seberapa jauh peran Delta atau apakah memang ada pembagian tugas antara Delta dan tim Kopassus, masih perlu penjelasan dari otoritas terkait.

Baca: Sedang Tanding Live Streaming Voli Putra Indonesia vs Kirgistan Penyisihan Grup A Asian Games 2018

Baca: Jadi Perdebatan, Postingan Hotman Paris tentang Presiden Soekarno Menari dengan Wanita Cantik

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved