Lebih 60 Persen Anak-anak di Kerinci Telah Diberi Vaksin MR
Ditengah pro-kontra vaksin Campak dan Rubella (MR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci tetap melakukan vaksinasi.
Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Ditengah pro-kontra vaksin Campak dan Rubella (MR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci tetap melakukan vaksinasi. Hingga saat ini sudah lebih 60 persen anak-anak di Kerinci mulai usia 9 bulan hingga 15 tahun telah diberi vaksinasi MR.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kerinci, Hamsal Rabit saat ditemui, Senin (20/8) siang.
“Walaupun banyak simpang siur tentang informasi MR, tapi Alhamdulillah kita tetap melaksanakan kegiatan vaksinasi MR ini,” kata Hamsal.
Baca: Semprong Kerucut Sandika, Dapat Pesanan dari Singapura
Diungkapkannya, saat ini pihak terus melakukan vaksinasi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kerinci. Vaksinasi akan terus dilakukan hingga akhir September mendatang.
“Kami tetap jalan, dan ingatkan ke petugas di Puskesmas supaya tetap turun, yang mau vaksin tetap vaksin, kalau tidak mau kami tidak paksakan, kalaupun ada yang menolak, kami berikan pengertian tentang manfaat vaksin MR, dan jika sudah diberikan pengertian dan tetap menolak, kami tidak berikan vaksin,” jelasnya.
Menurut dia, Kabupaten Kerinci menargetkan jumlah anak yang akan ikut imunisasi Campak dan Rubella (MR) tahun 2018 ini adalah 90 persen anak. Dan hingga saat ini vaksinasi yang telah mereka lakukan mencapai 60 persen lebih.
“Saat ini masih terus berjalan, lebih 60 persen anak telah dilakukan vaksinasi,” sebutnya.
Dijelaskan Kadis Kesehatan, imunisasi MR penting bagi anak dan kesehatannya kedepan. Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.
Baca: VIDEO: Bupati Hadiri Penyerahan Buku dan Bantuan CSR PT Telkom Wilayah Jambi
Baca: Setelah Penahanan, Hairiya Belum Diperiksa Lebih Lanjut
Campak sendiri dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru-paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian.
“Virus Campak dan Rubella juga bisa menulari ibu hamil dan ini bisa berakibat keguguran dan cacat bagi bayi. Bisa berakibat kelainan jantung pada bayi dan kerusakan jaringan otak serta berakibat ketulian dan katarak,” jelasnya.