Belum Rekam E-KTP, 4 Ribuan Warga Tanjabtim Terancam Tidak Bisa Gunakan Hak Pilihnya Saat Pemilu

Hal itu disebabakan warga tersebut belum melakukan perkaman atau belum memiliki KTP Elektronik.

Belum Rekam E-KTP, 4 Ribuan Warga Tanjabtim Terancam Tidak Bisa Gunakan Hak Pilihnya Saat Pemilu
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak. 
Kholis, Ketua KPU Tanjab Timur
Kholis, Ketua KPU Tanjab Timur (Tribun Jambi/Zulkifli)

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kurang lebih sebanyak 4 ribu warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang berstatus pemilih potensial, terancam tidak bisa menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 mendatang.

Hal itu disebabakan warga tersebut belum melakukan perkaman atau belum memiliki KTP Elektronik.

Ketua KPU Tanjung Jabung Timur, Nurkholis, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, menerangkan, saat ini pihaknya masih berpedoman pada UU No 7 tahun 2017 serta PKPU No 11, menyetakan bahwa yang menggunakan hak suara adalah warga negara indonesia yang sudah memiliki KTP Elektronik atau telah melakukan perekaman.

Baca: Kisah Prajurit Kopassus Berambut Gondrong Warna-warni, Pesta Pora di Tengah Sengitnya Pertempuran

"Itu masuk Form Ac, form orang-orang yang namanya berdasarkan coklit dan pantarli itu dapat. Bahwa ketika didatangi rumah-rumahnya dicek umur semuanya memenuhi syarat, tetapi dicek didata rekam dia belum rekam KTP Elektronik," jelas Kholis.

Dilanjutkan Kholis, Form Ac ini berbeda dengan pemilih pemula, yang sehari sebelum hari pemilu umurnya belum genap 17 tahun, pemilih pemula tidak hilang dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"Tetapi jika sekarang umurnya sudah 17 tahun, namun belum melakukan perekaman E-KTP, namanya masuk dalam Daftar pemilih Sementara (DPS) namun berpotensi dihilangkan oleh sistem lewat Sidalih itu saat penetapan DPT," ujar Kholis.

Baca: Cara Baca WhatsApp Tanpa Buka Aplikasi dan Hilangkan Centang Biru

Selain itu, Kholis juga menyebutkan, terkait hal ini, KPU disebelas Kabupaten Kota dan Provinsi sudah beroordinasi dengan mengundang Disdukcapil Provinsi dan Kanwil Kemenkumham, untuk mendorong agar nama-nama yang masuk dalam Form A.C artinya pemilih potensial yang non KTP Elektronik, untuk dikejar.

"Karena apa pada prinsipnya, fungsi kpu adalah untuk melayani warga negara untuk menggunakan hak pilihnya. jangan sampai karena belum merekam E Ktp, warga kita tidak bisa menggunakan hak pilihnya," sebutnya.

Baca: Rekontruksi Tewasnya Pemilik Warung Nasi Uduk, Sebelum Ditembak, Korban Sempat Pukul Pelaku.

"Kita sudah bekerja, berkoordinasi, dan mendorong Dukcapil untuk dapat menyelesaikan jumlah sisa-sisa warga kita yang belum merekam KTP elektronik," tambahnya.

Lanjut Kholis, Pada tanggal 21 Agustus nanti saat penetapan DPT akan terjawab berapa jumlah warga yang belum melakukan perekaman E-Ktp.

Baca: Jelang Pendaftaran, PKS Ngotot Ingin Salim Segaf Jadi Cawapres Prabowo Hingga Poros Sakit Hati

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunjambi.com, dari Dinas Kependudukan dan catatan Sipil, saat ini masih ada tersisa sekitar 4000 warga Tanjabtim yang belum melakukan perekaman E KTP. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help