Suka-duka Andri Mardianto Mengelola Oleholehjambi.com, Baju Pembeli Pernah Ketumpahan Cuko

Pemilik onlineshop Oleholehjambi.com Andri Mardianto yang ingin mempromosikan makanan khas dari Jambi dan membantu mengangkat

Suka-duka Andri Mardianto Mengelola Oleholehjambi.com, Baju Pembeli Pernah Ketumpahan Cuko
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com  Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemilik onlineshop Oleholehjambi.com  Andri Mardianto yang ingin mempromosikan makanan khas dari Jambi dan membantu mengangkat produk unggulan Jambi. Seperti kopi Liberica Tungkal yang saat ini mulai dikenal banyak orang.

Berawal dari ia membuka webside dan mencari oleh-oleh khas tiap daerah. Ia merasa heran, kenapa Jambi tidak memiliki webside untuk mempermudah masyarakat di wilayah lainnya membeli oleh-oleh khas Jambi.

Baca: DPD RI Ajang Persaingan Kader Partai dan Independent

"Awal buat oleholehjambi.com karena searcing oleh-oleh ditiap kota, itu ada websidenya, tapi Jambi belum ada yang main waktu itu," ujarnya.

Karen hal tersebut ia bersemangat merambah bisnis ini. Ini juga atas saran dari teman-temanya yang sudah lama merambah ke dunia internet marketing.

Dikatannya, hal ini juga didukung zaman yang serba gadget dan dari itu pula semua orang mudah mendapatkan imformasi. Sehingga berjualan suatu produk melalui online.

"Berkaitan dengan istilah e-commerce, onlineshop dan lain lain, lalu saya pikir mungkin ini peluang karena pemilik toko oleh oleh di Jambi belum semua merambah ke internet marketing, kemudian saya ambil bagian," ujarnya.

Tidak mudah untuk mendirikan oleholehjambi.com. Diakuinya sampai saat ini masih ada beberapa kendala, tetapi ia dapat melewati tantangan tersebut. Pada tahun pertama ia memulai, ia hanya mengisi oleholehjambi.com dengan artikel tentang makanan khas Jambi.

Baca: VIDEO: Jajaran Pimpinan BPJS Kesehatan Layani Langsung Masyarakat

Baca: Jalani Ujian Semester, Ini Imbauan Pihak Pengajar pada Mahasiswa STIKBA Jambi

"Lalu tahun ke dua baru saya memasang nomor hp, ada respon via email nanya,

"Apakah mas jualan" saya jawab "iya", dan pesanan pertama pempek, negonya sampai tiga hari, kuahnya pecah saat di perjalanan, habislah baju pembeli sebab dimasukkan dalam cover baju," kenangnya.

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved