Pedagang Terpaksa Jual Ayam Usia Muda
Sejak sepekan terakhir pasokan daging ayam di Pasar Keramat Tinggi hanya tembus 50 kg/hari, jauh turun drastis dari hari biasanya.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjambi.com Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sejak sepekan terakhir pasokan daging ayam di Pasar Keramat Tinggi hanya tembus 50 kg/hari, jauh turun drastis dari hari biasanya.
"Biasanya kalau hari normal seharinya bisa satu pikul setengah (150 kg), tapi semenjak putus paling banyak 50 kg paling banyak bahkan ada juga pedagang dapat dibawah itu," ujar pedagang ayam, Ediyanto (35) kepada tribunjambi.com
Dikatakannya pula, keadaan tersebut berdasarkan informasi yang didapat dari broker, karena stok memang kosong dan banyak broker di Batanghari tutup karena tidak memiliki stok sehingga pasokan ayam berkurang di Batanghari.
Baca: Pasokan Ayam Putus Sepekan Terakhir, Harga Melonjak Rp 45 Ribu/Kg
"Saat ini kita juga banyak terpaksa menjual ayam yang jauh dari umur jual pada umumnya, kalo usia ayam kita jual saat ini baru kisaran 20 hari atau 1,3 kilo sudah dipanen dari hari biasanya ayam siap panen dengan usia 30-35 hari dengan ukuran 1,8 kg," jelasnya.
Sementaa itu Warsinah (40) seorang pembeli mengeluh dengan keadaan harga daging ayam saat ini, selain harga naik untuk kondisi ayamnya juga tidak terlalu besar.
"Iyo mahal nianla ayam kini tu, dari udah lebaran lah mulai naik. Banyak ayam mudo yang dijual," ujarnya kepada tribunjambi.com
Baca: Hadiri Reuni Akbar, Guru-guru Ini Dilarang Pulang. Ternyata Ada Surprise dari Murid-murid
Baca: GALERI FOTO: Hadiri Reuni Akbar Darma Bakti 1, Guru Ini Ceritakan Kisah-kisah Menggelitik