Human Interest
Hadiri Reuni Akbar, Guru-guru Ini Dilarang Pulang. Ternyata Ada Surprise dari Murid-murid
Guru-guru ini malah dilarang pulang oleh murid-muridnya sendiri ketika menghadiri undangan murid-muridnya.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guru-guru ini malah dilarang pulang oleh murid-muridnya sendiri ketika menghadiri undangan murid-muridnya. Mereka dipaksa menunggu hingga acara kejutan.
Dan, ternyata itulah satu di antara inti acara dalam Reuni Akbar Ikatan Alumni SMA Darma Bakti 1 (DB 1), Minggu (8/7/18).
Dalam acara yang berlangsung di Aston Hotel itu, para guru 'dipaksa' untuk ikut hingga acara inti itu selesai. Ternyata, murid-murid yang hadir saat itu memberikan doorprize kepada guru-guru mereka.
Baca: GALERI FOTO: Hadiri Reuni Akbar Darma Bakti 1, Guru Ini Ceritakan Kisah-kisah Menggelitik
Doorprize itu berupa kado dan bingkisan spesial. Para guru pun menerimanya, sumringah.
Sebelumnya, ketua panitia, Elmon Hasbi menyampaikan, satu di antara rundown acara adalah pembagian doorprize kepada guru-guru yang telah berjasa.
"Nanti itu acaranya, setelah pembukaan, ada ramah tamah. Setelah itu baru pembagian doorprize untuk guru-guru," katanya.
Tidak hanya itu, mereka pun turut foto bersama dan bergantian menyalami guru-guru yang menjadi bagian penting dalam kesuksesan mereka.
Untuk diketahui, Reuni Akbar ini mengusung tema 'Kebersamaan Alumni Mempererat Kekeluargaan IKA DB 1'. Acara ini mengundang alumni SMA Darma Bakti 1 angkatan 1983-2000. Sedikitnya, enam guru hadir dalam kesempatan itu. Di antaranya, Sinambela, Siambaton, Sunardi, Zul Achyar, Sitorus, dan Anis.
Dalam sambutan yang disampaikan satu di antara guru, mereka mengaku bangga atas kesuksesan murid-muridnya sekarang. Mereka pun turut terharu, murid-muridnya masih mengingat dan mengundang mereka dalam reuni akbar.
Baca: Alumni SMA Darma Bakti 1 Adakan Reuni Akbar, Undang Para Guru
Baca: GALERI FOTO: Ikatan Keluarga Besar Jambi di Batam Halalbihalal, Wabup Tanjabbar Ikut Hadir
"Kami bangga sekali. Sekolahnya memang tak ada lagi, tapi orangnya masih ada. Masih ingat dengan gurunya," kata Sinambela, dalam sambutannya.