Belajar dari Batanghari, Pemerintah Tanjabtim Coba Terapkan Sistem e-Voting untuk Pilkades 2019

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berencana akan mencoba sistem e-voting dalam Pilkades tahap kedua pada 2019 mendatang.

Belajar dari Batanghari, Pemerintah Tanjabtim Coba Terapkan Sistem e-Voting untuk Pilkades 2019
tribunnews.com
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berencana akan mencoba sistem e-voting dalam Pilkades tahap kedua pada 2019 mendatang, meski belum bisa diketahui kapan pelaksanaan Pilkades serentak tahap dua digelar.

Demi suksesnya pelaksanaan Pilkades serentak tahap II dengan menggunakan pola poting elektronik atau e-voting, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan belajar dari Kabupaten Batang Hari yang dinilai sukses dalam melaksanakan Pilkades dengan sistem tersebut.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setda Tanjung Jabung Timur Hendri, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, mengatakan, sistem e-voting ini akan diadopsi di Tanjung Jabung Timur dalam gelaran Pilkades tahap kedua mendatang. Pilkades dengan pola ini dianggap mampu mendongkrak angka partisipasi pemilih.

"Kalau dilihat hasilnya di Kabupaten Batang Hari dulu hasilnya cukup sukses, kita juga akan coba terapkan ini Pilkades serentak di Tanjabtim besok," kata Hendri, kepada Tribunjambi.com, pada minggu (7/7).

Untuk mensukseskan polae-voting ini bukan perkara mudah, perlu koordinasi yang baik, khususnya kesiapan server dan data pemilih. untuk bagian pemerintahan desa akan menjajaki kesiapan perangkat dan jaringan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Infokom.

"Jika diamati, perkembangan jaringan khususnya jaringam Internet, hampir seluruh desa sudah terkoneksi, tinggal 9 desa lagi yang belum memiliki koneksi internet, dan kesembilan desa ini tidak semuanya ikut dalam melaksanakan Pilkades serentak tahap dua. Secara infrastruktur Tanjabtim telah siap untuk melaksanakan Pilkades sisteme-voting," jelas Hendri.

Menurutnya sistem e-voting bisa menghemat anggaran, karena tidak perlu lagi menyiapkan kertas suara, masyarakat hanya butuh aplikasi, selain itu masyarakat bisa melakukan pemilihan di mana saja, tidak perlu datang ke TPS.

"Dari data yang ada Pikades Serentak Tahap dua ini akan diikuti sebanyak 28 desa," pungkas Hendri.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help