Kesehatan

Cek Kesehatan Ginjal Lewat Jengkol, Hoaks atau Fakta?

Beberapa waktu lalu beredar informasi bahwa jengkol dapat digunakan untuk mengetahui kesehatan ginjal. Benarkah begitu?

Cek Kesehatan Ginjal Lewat Jengkol, Hoaks atau Fakta?
KOMPAS IMAGES
Jengkol (archidendron pauciflorum) 

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa waktu lalu beredar informasi bahwa jengkol dapat digunakan untuk mengetahui kesehatan ginjal. Benarkah begitu?

Dokter Dyah Novita Anggraini dan klikdokter.com mengatakan, informasi itu dikaitkan dengan bau tidaknya urine yang keluar setelah mengonsumsi jengkol. "Sebelum menjawab hal itu, Anda perlu tahu bahwa salah satu fungsi ginjal adalah untuk membuang sisa produksi di dalam tubuh melalui urine," ujarnya.

Baca: Inilah 5 Tips Menghias Ruangan Sempit Jadi Terlihat Luas

Dalam ulasan yang diunggah akun klikdokter.com di Facebook, Sabtu (23/6) dr. Dyah mengatakan, memang, aroma urine bisa dijadikan acuan ada atau tidaknya gangguan pada ginjal.

"Tapi tunggu dulu! Sebab ada perbedaan kategori aroma urine," sanggah Dyah.

Dunia medis membedakan aroma urine ke dalam dua kelompok, yaitu fisiologis (normal) dan patologis (tidak normal). Secara fisiologis, aroma tak sedap pada urine bisa terjadi akibat konsumsi makanan berbau khas. Misalnya: petai, jengkol, bawang putih, bawang merah, atau obat-obatan jenis tertentu.

Sedangkan aroma urine yang tidak normal, biasanya disebabkan akibat adanya gangguan kesehatan. Misalanya adanya suatu penyakit di ginjal, infeksi, atau kekurangan cairan (dehidrasi).

"Karena tergolong sebagai penyebab fisiologis, maka aroma urine akibat makan jengkol tidak dapat dijadikan acuan untuk mendeteksi kesehatan ginjal," jelas Dyah.

Baca: 9 Kebiasaan Ini Bikin Risiko Hipertensi Meningkat, Ayo Perbaiki Gaya Hidup Anda!

Baca: Apa Dampak pada Suami Jika Istri Sering Menolak Berhubungan?

Gangguan pada ginjal sebenarnya dapat diketahui dari kondisi-kondisi di bawah ini:

1. Urine yang dikeluarkan sedikit

2. Warna urine berubah menjadi kemerahan atau kecokelatan.

3. Urine terlihat berbusa

4. Pemeriksaan urine mendapatkan hasil yang tidak normal, seperti adanya kadar eritrosit, protein dan leukosit

"Jadi, Anda tidak dapat melakukan cek kesehatan ginjal. Ingat, tak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebelum meyakininya, sebaik cek terlebih dahulu fakta di balik berita tersebut," imbuh Dyah.

Baca: Sebelum Posting Foto Anak di Media Sosial, Pikir Dulu Bahayanya. Jadi Incaran Paedofil!

Baca: ASTAGA! Bayi Dua Bulan Dibuang di Celah Kuburan

Baca: Mengapa Wanita Sulit Mencapai Orgasme? Simak 4 Cara Membuatnya Mencapai Puncak

Sumber: Facebook/Klikdokter.com

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help