Waktu Berburu Selongsong Ketupat Telah Dimulai, Masak Dengan Bumbu Opor Ayam

Seorang pedagang bernama Udin mengatakan penjualan mulai, namun belum terlalu banyak pembeli.

Waktu Berburu Selongsong Ketupat Telah Dimulai, Masak Dengan Bumbu Opor Ayam
Tribun Jambi/Darwin Sijabat
Beberapa orang membuat selongsong ketupat dari daun kelapa yang masih muda, di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Rabu (13/6). Saat lebaran, ketupat biasa dipadukan dengan masakan opor ayam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Ketupat menjadi hidangan tradisi saat Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.

Pantauan tribunjambi.com di Pasar Kuala Tungkal, penjual selongsong ketupat mulai ramai.

Selongsong ketupat dijajakan dengan cara digantung maupun diletakkkan di atas meja.

Seorang pedagang bernama Udin mengatakan penjualan mulai, namun belum terlalu banyak pembeli.

Penjualan tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, sedikit lebih sepi.

Beberapa orang membuat selongsong ketupat dari daun kelapa yang masih muda, di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Rabu (13/6). Saat lebaran, ketupat biasa dipadukan dengan masakan opor ayam.
Beberapa orang membuat selongsong ketupat dari daun kelapa yang masih muda, di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Rabu (13/6). Saat lebaran, ketupat biasa dipadukan dengan masakan opor ayam. (Tribun Jambi/Darwin Sijabat)

"Sudah mulai jual, tapi masih sepi. Penjualan kurang dibandingkan dari tahun sebelumnya," katanya kepada tribunjambi.com, Rabu (13/6).

Udin memperkirakan keramaian akan mulai ramai satu hari menjelang lebaran. Itu lantaran karena masyarakat memasak ketupat mulai besok.

Pedagang lainnya, Siti Zubaidah, juga mengakui pembeli daun ketupat belum ramai.

"Belum ramai nian, mungkin besok ramai," ungkapnya.

Satu ikat selongsong ketupat yang berisi 10 buah, dijual sekira Rp 5 ribu.

Baca: Segini Biaya Masuk ke Objek Wisata di Kerinci

Baca: Ini Peraturan Baru dari FIFA Tentang Offside yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2018

Baca: Gara-gara Naikkan Tarif, 5 Juru Parkir Kota Sungai Penuh Diamankan

Ayu, pembeli, mengatakan ketupat sudah menjadi tradisi. Dia mengatakan lebih baik membeli selongsong ketupat, daripada membuat sendiri lebih repot.

Biasanya, ketupat ini akan dimasak menggunakan bumbu opor ayam. Dia mengatakan masyarakat sudah banyak yang berburu bumbu opor ayam di pasar.

Banyak juga yang memilih bumbu opor ayam sasetan karena praktis, meskipun rasanya kurang mantap.

Namun, ada juga yang memilih membuat bumbu opor ayam sendiri, meski agak lama.

Baca: Masnah Busro Tinjau Pos, Ada 3 Posko di Muarojambi

Baca: Ingat Dimas Kanjeng? Dia Muncul Lagi di FB Sambil Pamerkan Tumpukan Dollar Singapura

Penulis: Darwin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help