Dunia Maya

Tarif Internet Bakal Naik, Indosat Ooredo Sudah Naik Pekan Lalu. Ini Tanggapan Operator Lain

Anda yang sudah menjadikan internet sebagai kebutuhan pokok siap-siap dengan kenaikan harga. Karena Anda, bakal merogoh kocek

Tarif Internet Bakal Naik, Indosat Ooredo Sudah Naik Pekan Lalu. Ini Tanggapan Operator Lain
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Anda yang sudah menjadikan internet sebagai kebutuhan pokok siap-siap dengan kenaikan harga. Karena Anda, bakal merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati layanan internet.

Paling tidak bagi para pelanggan Indosat Ooredoo. Sejak pekan lalu, operator telepon seluler berkode saham ISAT di Bursa Efek Indonesia itu menaikkan tarif layanan data sebesar 10%.

Baca: Golkar Dukung Pemerintah - Titik Soeharto Hengkang, Ini Partai yang Dipilihnya

Group Head Corporate Communication Indosat Ooredoo Deva Rachman mengatakan, Indonesia adalah negara kedua yang memasang tarif data prabayar murah. "Jadi kemungkinan ada kenaikan secara gradual hingga mencapai sebesar 30%–40% di masa yang akan datang," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (11/6). Sebelum ada kenaikan, tarif dasar data internet ISAT Rp 300 per 30 kb.

Bagi operator, layanan data merupakan bisnis masa depan yang akan menggantikan bisnis legacy seperti voice dan SMS. Dan jika dibandingkan tarif internet di Indonesia terbilang murah dibandingkan dengan negara lain. Operator di India misalnya, menjual paket internet Rp 200.000–Rp 300.000. AT&T dan T-Mobile di Amerika Serikat, menjual antara Rp 900.000–Rp 1 juta. Sedangkan SingTel di Singapura, rata-rata melego paket Rp 300.000–Rp 600.000. Sementara di Indonesia ada operator yang menjual paket data internet Rp 25.000.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diproyeksi 5,2%, BI: Optimisme Konsumen Meningkat

Baca: Wacana Amien Rais Nyapres, Jokowi: Saya Kira Sangat Bagus untuk Memberikan Alternatif

Operator telepon memiliki alasan kuat menaikkan tarif internet karena layanan data menjadi tulang punggung pendapatan operator. Operator akan memanfaatkan kenaikan tarif untuk mengembangkan dan memperkuat jaringan.

Kewajiban registrasi juga menjadi penyebab malasnya operator banting-bantingan tarif. Jumlah pelanggan yang menyusut, menjadikan operator harus berputar otak menjalankan bisnis. Kenaikan tarif salah satu konsekuensi di tengah penurunan pelanggan.

Namun operator lain belum berniat menaikkan tarif. "Smartfren belum menaikkan tarif data," kata Direktur PT Smartfren Telecom Tbk Anthony Susilo, Senin (11/6).

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait penyesuaian tarif layanan data yang baru dari Telkomsel. Yang jelas bagi Telkomsel, layanan data digital merupakan bisnis menjanjikan. Baru-baru ini, Telkomsel merilis aplikasi MaxStream karena melonjaknya trafik konten video yang mencapai 250%. Melalui MaxStream, pelanggan juga bisa menonton Piala Dunia Rusia.

Baca: Website Kandang.in - Cara Mengisi Kandang Ternak Lewat Jalur Digital. Sistem Bagi Hasil Syariah

Baca: NEKAT! Keluarga Ini Mudik Jakarta-Madura Pakai Mobil Pick Up. Ini Kata Polisi

Baca: Rupiah Menguat, Harga Emas Turun

Denny Abidin, GM External Communications Telkomsel menyatakan, terjadi perubahan sikap pelanggan yang memilih menggunakan layanan data digital. Per kuartal I-2018, layanan digital Telkomsel tumbuh 61,1% ketimbang periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini turut berkontribusi 48% dari pendapatan Telkomsel, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu 37,7%," kata Denny.

GM Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih menegaskan, sejak tiga tahun lalu XL fokus ke pelanggan yang berkualitas. "Daripada akuisisi pelanggan dengan harga murah," kata Tri Wahyuningsih.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved