Tahapan Pemilu 2019

5 Calon Tetap Lanjut Verifikasi Faktual

Lima Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jambi tetap melanjutkan ke tahap verifikasi faktual. Hasil mediasi yang dilakukan

5 Calon Tetap Lanjut Verifikasi Faktual
tribunjambi/hendri dede putra
Penyerahan terakhir berkas perbaikan Bakal Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jambi ke KPU Provinsi Jambi berakhir sampai pukul 24.00 WIB, Minggu (20/5/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lima Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jambi tetap melanjutkan ke tahap verifikasi faktual. Hasil mediasi yang dilakukan di Bawaslu menemukan bahwa telah terjadi kesalahan sistem.

Almusaiyat, Calon Anggota DPD RI Dapil Jambi ketika dikonfirmasi Tribun (12/6) mengaku bahwa gugatan mereka akhirnya diterima. Dan pihak KPU telah menyatakan bahwa lima orang yang melakukan gugatan layak untuk lanjut ke tahap selanjutnya. 

"Perbaikan mediasi Bawaslu diberikan pada hari Sabtu (9/6)," ungkap Al Musaiyat.

Baca: Antisipasi Karhutla Selama Libur Lebaran, BPBD Tanjabtim Bentuk Tim Reaksi Cepat (TRC)

Almusaiyat mengungkapkan bahwa dirinya melakukan 413 perbaikan dari yang di pinta 333 dukungan.

Sebelumnya, Kelima calon DPD yang melakukan gugatan  tersebut antara lain, Ibnudun, Salma Mahir, Al Musaiyat, Hendri M.Nur, dan Yasir. Kelima pihak tersebut sudah dimediasi langsung dengan pihak KPU Provinsi Jambi.

Sanusi, komisioner KPU Provinsi Jambi, ketika dikonfirmasi mengakui bahwa kelima calon DPD tersebut lanjut ke verifikasi faktual. Dan saat ini mereka akan mengikuti proses verifikasi faktual.

"Kelima calon DPD RI lanjut ke proses verifikasi faktual,"ungkap Sanusi.

Selanjutnya pihak KPU sendiri tengah melakukan persiapan untuk proses penetapan DPD RI pada tanggal 15-17 Juni 2018 mendatang. 

Sebelumnya, Asnawi Ketua Bawaslu Provinsi Jambi mengungkapkan bahwa, dukungan yang mereka lampirkan ke KPU ternyata banyak yang tidak terbaca. Akibatnya dianggap tidak ada dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Maka dari itu, syarat dukungan minimal 2.000 kelima calon tidak terpenuhi.

Baca: ZA Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Baca: HUT ke-72 Bhayangkara - Polsek Sabak Barat Gelar Pengobatan Gratis

Akan tetapi setelah proses mediasi dan pengecekan, data yang dimaksud KPU tidak masuk dalam sistem ternyata data valid.

Akan tetapi tidak terbaca oleh sistem dikarenakan terjadi kesalahan pengetikan. 

"Setelah kita mediasi dan melakukan pengecekan ulang. Ternyata ada kesalahan pengetikan data. Akibatnya nama yang dimaksud tidak dapat dibaca," terang Asnawi.

Penulis: dunan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help