Harga Sembako

Jelang Lebaran, Harga Ayam Potong Naik Rp 3 Ribu. Simak Harga Komoditi Lainnya

Jelang lebaran harga ayam potong di pasar tradisional kota Sungai Penuh mengalami kenaikan. Harga ayam dari Rp 35 ribu

Jelang Lebaran, Harga Ayam Potong Naik Rp 3 Ribu. Simak Harga Komoditi Lainnya
KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Jelang lebaran harga ayam potong di pasar tradisional kota Sungai Penuh mengalami kenaikan. Harga ayam dari Rp 35 ribu per kg menjadi Rp 38 ribu per kg. Ada kenaikan sekitar Rp 3 ribu.

Hal itu diketahui saat Satgas pangan melakukan kunjungan mendadak (Sidak) ke pasar Tradisional Tajung Bajure, Jumat (8/6) lalu.

Baca: Trotoar dan Badan Jalan Jadi Lahan Parkir, Makin Semrawut

Kapolres Kerinci AKBP, Dwi Mulyanto mengatakan sidak yang dilakukan saat ini melibatkan satgas pangan dan tim pengawasan barang dan jasa. Dari sidak di pasar tradisional tersebut pihanya menemukan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan seperti harga ayam potong.

“Selain kenaikan harga ayam yang terjadi, ada pula harganya masih stabil seperti harga cabai Rp 25 ribu per kg/harga daging lokal Rp 120 ribu per kg,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, sudah lama diprediksi jika momen jelang lebaran harga ayam potong selalu mengalami kenaikan. Maka untuk itu, ia berharap tim satgas pangan dapat mengendalikan harga ayam potong ini.

“Misalnya melakukan pasar murah atau lain sebagainya,” sebutnya.

Dikatakannya, dari pres conference dari Mabes Polri ketersediaangan stok barang menjelang lebaran ini tidak ada masalah dan stoknya cukup. Maka untuk itu, pihaknya berharap tim satgas pangan dapat menelusuri jalur distribusi bahan pokok ini.

Baca: Rupiah Menguat, Harga Emas Turun

Baca: Nilai Cadangan Devisa Menyusut, Mahalnya Ongkos Menjaga Otot Rupiah

“Biasanya pada jalur distribusi yang banyak bermain nanti bisa dilihat pihak mana saja yang bermain distribusi ini,” jelasnya.

Ia juga meminta Tim Satgas agar distributor tidak membatasi distribusi barang-barang tersebut.

“Sebab ini lah celah harga barang menjadi mahal di pasar tradisional karena barang langka. Padahal, ketersediaan barang cukup,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help