Kasus Penembakan

Dua Hari Setelah Diberondong Tembakan, Pemimpin Islam di Pattani Meninggal di RS

Wakil ketua Dewan Agama Islam Pattani, Aduldej Cheknae, yang ditembak penyerang tak dikenal dua hari yang lalu, dini hari tadi

Dua Hari Setelah Diberondong Tembakan, Pemimpin Islam di Pattani Meninggal di RS
ist
ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, PATTANI - Wakil ketua Dewan Agama Islam Pattani, Aduldej Cheknae, yang ditembak penyerang tak dikenal dua hari yang lalu, dini hari tadi meninggal dunia.

Sekretaris dewan, Solahuddin Yusuf, mengatakan ia meninggal di bangsal Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Pattani sekitar pukul 2.45 pagi (waktu setempat).

Almarhum dimakamkan di pemakaman Islam Kampung Anak Bukit Lalo, setelah disalatkan di Masjid Pondok Lalo Wittaya, dihadiri sekitar 10.000 penduduk dan pemimpin lokal setempat.

Baca: Ditinggal dengan Kakak Berusia 3 Tahun, Bayi 37 Hari Telan Tiga Buah Sekrup.  Kondisinya. . .

Aduldej juga Kepala Divisi Halal Dewan Agama Islam Pattani dan direktur Sekolah Agama Pondok Lalo Wittaya. Pada 9 Maret, ia ditunjuk sebagai Ketua Komite Manajemen Proses Perdamaian.

Aduldej atau nama Aduldej, Adul Abdul Rasheed, 55, ditembak mati oleh dua pria dengan sepeda motor saat dalam perjalanan pulang salat Jumat di Masjid Pondok Lalo Wittaya.

Kepala Kepolisian Pattani Mayor Jenderal Piyawat Chalermsi mengatakan, pelaku melepaskan tiga tembakan yang mengenai pipi dan kepala korban.

"Pihak berwenang masih menyelidiki insiden itu. Korban tidak memiliki masalah dengan siapa pun," katanya.

Sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Aduldej, yang memperoleh pendidikannya di Sekolah Pondok Darussalam di Ranget, Narathiwat sebelum melanjutkan studinya di Pakistan, meninggalkan seorang istri dan empat anak.

Baca: Jelang Lebaran Tukang Parkir Naikkan Tarif Hingga 100 Persen, Warga Mengeluh

Baca: Nilai Cadangan Devisa Menyusut, Mahalnya Ongkos Menjaga Otot Rupiah

Baru-baru ini, kantor Majelis Agama Islam Pattani dipilih untuk menjadi rumah Rumah Selamat setelah pengenalan konsep Zona Aman di provinsi selatan Thailand.

Konflik bersenjata di Thailand selatan sejak 2004 telah menewaskan sekitar 7.000 orang, menurut sebuah penelitian oleh Deep South Watch.

Sumber: Bernama

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help