Ngototnya Turki yang Ingin Serang Militer Israel, Tapi Militer AS yang Malah Pontang Panting
Sebagai negara yang sudah lama menjadi sekutu AS di kawasan perbatasan Eropa-Timur Tengah
TRIBUNJAMBI.COM - Sebagai negara yang sudah lama menjadi sekutu AS di kawasan perbatasan Eropa-Timur Tengah, Turki dalam perkembangan terkini justru mulai berseteru dengan AS.
Pemicu awal perseteruan AS-Turki itu dimulai oleh Presiden Turki Erdogan yang secara terangan-terangan mengajak negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Negara Islam (OKI) untuk menggempur Israel dari semua penjuru.
Baca: VIDEO: Mulai Juni Ini Warga Indonesia Dilarang Mengunjungi Israel. Ini Alasannya
Turki memang sangat marah dan mengecam Israel yang telah menggunakan kekuatan militer secara semena-mena di Jalur Gaza sehingga mengakibatkan puluhan warga Palestina tewas (kompas.com, 31/3/2018).
Sebagai pendukung Israel, AS sendiri telah membuat hubungannya dengan Turki makin memanas terkait penjualan jet tempur berteknologi siluman F-35 Lightning II ke Turki yang tampaknya akan ditunda atau malah dibatalkan.
Baca: Setelah Merebut Pangeran Charles dari Putri Diana, ini Perlakuan Ratu Elizabeth II ke Camilia
AS memang khawatir, jika Turki sampai memiliki F-35 justru akan digunakan untuk menyerang Israel.
Israel sendiri sudah memiliki sejumlah F-35 dan telah digunakan untuk menyerang sasaran di Lebanon dan Palestina sehingga akibat serangan udara itu, Turki makin geram terhadap Israel.
Baca: Dicap Pasangan Pembangkang! 1 Aturan Kerjaan ini Selalu Dilanggar Kate Middleton & Pangeran William
Sikap Turki yang tampaknya sudah tidak tahan lagi untuk menggempur Israel, suatu sikap yang juga membuat AS makin pontang-panting, adalah dalam waktu dekat Turki akan menerima sistem senjata pertahanan udara S-400 dari Rusia.
Tidak hanya rudal S-400 yang akan dibeli Turki dari Rusia tapi juga sejumlah jet tempur berteknologi siluman Su-57 produksi Rusia yang kemampuannya diperkirakan lebih unggul dibandingkan F-35.
Baca: Gunung Merapi Meletus, Ternyata Begini Kondisi Penerbangan Bandara Semarang dan Solo
Pasalnya dari segi jarak saja Su-57 bisa terbang hingga jarak lebih 5000 km tanpa mengisi bahan bakar ulang sedangkan F-35 hanya mampu menempuh jarak 1.500 km.
Meski perseteruan antara Turki-AS, lebih mencerminkan rebutan pangsa pasar senjata antara AS-Rusia, perkembangan Turki yang memiliki semangat tinggi untuk mengajak negara-negara Islam, khususnya negara-negara Arab mau bersatu demi menggebuk Israel, telah menimbulkan keguncangan hebat di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Sebab jika Turki sampai menjadi motor penggerak negara-negara Islam untuk menggempur Israel dan menjadi musuh baru AS, otomatis AS juga akan kehilangan pangkalan militer di Incirlik Air Base, Turki sekaligus bemper antara Eropa dan Timur Tengah.
SUMBER: Intisari Online