Pemkab Tanjabtim Kembali Meraih WTP dari BPK RI

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali memberikan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) bagi pengelolaan keuangan

Penulis: Zulkipli | Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto Pemkab Tanjabtim Kembali Meraih WTP dari BPK RI
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribujambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali memberikan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) bagi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun pada pemeriksaan anggaran 2017.

WTP ini sempat diraih Tanjabtim usai pemeriksaan tahun anggaran 2012 dan 2013 silam, namun dua tahun anggaran berikutnya secara berturut - turut hanya WDP (wajar dengan pengecualian).

Keberhasilan Tanjabtim meraih opini WTP kalo ini salah satunya karena sudah ditindaklanjutinya tata kelola dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah ) serta tata kelola sejumlah aset daerah.

Baca: Para Honorer Penerima Santunan Zakat Sebut Sangat Terbantu

Persoalan tersebut dianggap sebagai gagalnya WTP bagi Tanjabtim tahun pemeriksaan 2015 dan 2016.

Penyerahan LHP sendiri diterima langsung oleh Bupati Romi Hariyanto bersama ketua DPRD Tanjabtim Muhammad Aris, di gedung BPK Perwakilan Provinsi Jambi di Jambi, Senin (28/5) siang.

Usai acara penyerahan LHP, Bupati Romi menyampaikan terima kasihnya kepada BPK RI khususnya tim pemeriksa yang mengaudit keuangan Tanjabtim. Romi mengaku bangga terhadap kinerja seluruh stafnya terkhusus para pengelola keuangan di setiap unit kerja.

“Predikat WTP ini adalah apresiasi terhadap kinerja rekan-rekan sekalian, terkhusus para pengelola keuangan di setiap unit kerja dari kabupaten hingga kelurahan tanpa terkecuali. Untuk itu kami mewakili segenap pimpinan daerah merasa harus berterima kasih,” ucapnya.

Bagi Romi, kembali diraihnya WTP setelah beberapa tahun hanya WDP, menunjukkan adanya keseriusan bekerja bagi Pemkab Tanjabtim mempercepat terwujudnya visi Merakyat. Keseriusan itu hendaknya tidak hanya diwujudkan dalam pertanggungjawaban keuangan saja, namun juga akuntabilitas kinerja secara menyeluruh. Karena itu Romi berpesan, mulai dari pegawai honorer, staf pelaksana, pengatur, hingga pembina bisa bekerja lebih kompak lagi, mengingat semakin kompleknya dinamika dan tantangan yang dihadapi Pemkab saat ini.

Baca: 1.500 Tenaga Honorer di Kabupaten Tanjabtim Mendapat Santunan Zakat

Baca: Pembunuhan di Muarasabak - Korban Dikenal Baik Oleh Para Tetangga

Romi berpesan, keberhasilan WTP ini harus diterjemahkan bukan hanya sebagai prestasi, namun lebih sebagai tantangan untuk bekerja lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang.

Selain itu ia juga menegaskan, WTP ini diraih karena integral perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan dianggap berjalan baik. Namun belum tentu pengelolaan yang akuntabel dari sisi anggaran itu akuntabel pula dari sisi idealisme kesesuaian kebutuhan daerah, utamanya skala prioritas yang selalu ia amanatkan.

“Kami, Romi - Robby terus terang saja, menuntut kinerja lebih dari seluruh aparatur. Tidak cukup hanya WTP ini, kami akan terus cermati proses kinerja masing - masing OPD mulai dari perencanaan anggaran. Kami tidak ingin lihat lagi ada anggaran copy paste. Semua anggaran yang diusulkan harus mengacu pada RPJMD yang sudah ditetapkan dan tentu harus sesuai kebutuhan dengan skala prioritas,” jelasnya.

Baca: Ada yang Teriakkan Bom, Penumpang Lion Air JT 687 Panik. Pintu Darurat Dibuka

Baca: Bayi Plastik Terlahir di India, Kulit Berkilat dan Sukar Bernafas. Ini Penjelasan Ahli Medis

Baca: Tahun Ajaran Baru, SMP Negeri 2 Kuala Tungkal Terima 224 Siswa

Romi juga berpesan, setiap kepala OPD harus lebih jeli lagi memberdayakan setiap aparatur di bawahnya sehingga menghasilkan soliditas kuat bagi organisasi masing - masing.

“Dengan soliditas itu, insya Allah kinerja organisasi akan optimal, bekerja lebih nyaman, dan WTP tahun berikutnya saya optimis bisa diraih dengan mudah,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved