Tidak Semua Perlu Dimusuhi, Tubuh Kita Juga Perlu Lemak! Ini Jenis Lemak yang Jahat
Tidak semua lemak sama dan perlu dimusuhi. Tubuh kita juga membutuhkan lemak sehat untuk membentuk hormon,
TRIBUNJAMBI.COM- Tidak semua lemak sama dan perlu dimusuhi. Tubuh kita juga membutuhkan lemak sehat untuk membentuk hormon, memproduksi energi, dan menyerap nutrisi tertentu.
Namun, ada juga lemak yang berbahaya.
Lemak trans artifisial merupakan contoh dari lemak yang perlu dihindari.
Lemak ini biasanya ditemukan pada makanan yang diproses.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana menghilangkan lemak trans artifisial dari semua jenis makanan secara global pada 2023.
Baca: Selamat Deedee dan Hilda! Bendera Merah Putih Akhirnya Berkibar di Puncak Gunung Everest
Baca: Nasib Admin Twitter Resmi Presiden Jokowi, Dipecat! Begini Tanggapan Manajemen JKT48
Baca: Setelah Lama Bungkam, Ayu Akhirnya Buka Suara Soal Kabar Ia Akan Menikah Lagi. Tak Disangka Ternyata
Secara umum ada dua jenis lemak trans: yang terjadi secara alami pada makanan dan juga lemak trans artifisial.
Hampir semua jenis daging dan produk susu secara alami menghasilkan lemak trans dalam jumlah kecil di ususnya.
Oleh karena itu, jika kita mengonsumsinya, akan ditemukan jejaknya dalam tubuh.
Meski demikian, menurut American Heart Association, belum banyak penelitian terhadap bahaya dari lemak ini.
Lain ceritanya dengan lemak trans artifisial.
Lemak ini dihasilkan dari proses hidrogenasi, yaitu molekul hidrogen ditambahkan dalam lemak cair (seperti minyak goreng) untuk mengubahnya jadi lemak padat.
Baca: Ancaman Terorisme, Pemkot Jambi Akan Panggil Seluruh Camat
Baca: Tak Menyangka Ditahan KPK, Bupati Bengkulu Selatan: Intinya Ini Tragedi Buat Saya
Baca: Keren! Anak Mahfud Md Lulus Master Hukum Universitas Colombia
Biasanya lemak trans artifisial ini dipakai dalam makanan yang diproses seperti kue-kue kering, keripik kentang, krimer kopi, dan juga makanan yang digoreng.
Itu sebabnya banyak perusahaan makanan yang menggunakannya karena murah, gampang dipakai, lebih awet, dan membuat makanan terasa enak.
Makanan yang mengandung lemak trans biasanya kadar kalori dan gulanya tinggi sehingga bisa menyebabkan kegemukan dan risiko diabetes.

Baca: Tetangga: Di Rumah Keluarga Pelaku Bom Surabaya Sering Dengar Orang Numbuk
Baca: Ada 6 Kesepakatan Tokoh Lintas Agama
Baca: (VIDEO) Anaknya Ditangkap Densus 88, Zulfahri: MYR Merupakan Anak Baik-baik dan Rajin Salat
Penelitian tahun 2015 pada beberapa negara juga menyimpulkan bahwa konsumsi lemak ini meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan membuat kita beresiko sakit jantung.