Tidak Semua Perlu Dimusuhi, Tubuh Kita Juga Perlu Lemak! Ini Jenis Lemak yang Jahat
Tidak semua lemak sama dan perlu dimusuhi. Tubuh kita juga membutuhkan lemak sehat untuk membentuk hormon,
Efek bahaya Lemak trans dianggap berbahaya karena akan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang bisa menyumbat peredaran darah.
Pada saat yang sama, kadar kolesterol baik (HDL) turun.
Menurut pakar diet dari UCLA Medical Center, Dana Hunnes PhD, karena kadar HDL rendah, kelebihan kolesterol tidak bisa diangkut kembali ke liver untuk dibuang.
"Ini bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung dan stroke. Lemak trans juga merusak lapisan dalam pembuluh darah, sehingga tidak bisa berfungsi optimal," kata Hunnes.
Lemak trans juga dapat menyebabkan inflamasi (peradangan) dalam tingkat sel.
Ini merupakan pemicu lain dari penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, dan sindrom metabolik.
Di beberapa negara bagian Amerika dan Eropa, pemerintahnya sudah melarang lemak trans.
Kebijakan itu membuahkan hasil positif.
Menurut data, angka kunjungan pasien serangan jantung dan stroke berkurang 6,2 persen pada negara-negara yang sudah menjalankan pelarangan tersebut.
Meski begitu, jangan keliru antara lemak jenuh dan tidak jenuh, dengan lemak trans.
Tubuh kita tetap membutuhkan lemak jenuh dan tidak jenuh sekitar 10 persen.
Lemak jenuh dan tidak jenuh bisa ditemukan antara lain pada telur (bersama dengan kuningnya), kacang-kacangan, alpukat, ikan berlemak, serta minyak zaitun.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Jenis Lemak yang Paling Jahat", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/17/071000720/mengenal-jenis-lemak-yang-paling-jahat.
Penulis : Lusia Kus Anna
Editor : Lusia Kus Anna