Bukan Mematikan, Harusnya Jihad Itu Justru Menghidupkan Manusia

Ceramah yang dibawakan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengajak umat Islam melaksanakan jihad yang sesungguhnya.

Bukan Mematikan, Harusnya Jihad Itu Justru Menghidupkan Manusia
Lutfi Fauziah
Masjid Istiqlal 

TRIBUNJAMBI.COM - Jihad menjadi topik ceramah pengantar salat tarawihpertama di bulan suci ramadan di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Ceramah yang dibawakan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengajak umat Islam melaksanakan jihad yang sesungguhnya.

Baca: Garangnya Pasukan Elite Anti Teror-TNI yang Bakal Bantu Densus 88 Tumpas Teroris, di Kenal Dunia!

"Jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan orang, tapi jihad untuk menghidupkan orang," ujar Nasarudin, usai melaksanakan ibadah salat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu malam.

"Menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian umat yang lemah, menghidupkan fakir miskin menjadi bersemangat hidup," lanjut dia.

Baca: Inilah 4 Zodiak yang Sangat Sulit Untuk Meminta Maaf, Kamu Satu Diantaranya?

"Jihad itu menghidupkan rasa optimisme di masyarakat. Jihad bukan menciptakan kengerian, ketakutan atau kecemasan."

Bulan Ramadhan ini adalah momentum yang tepat untuk umat Islam melaksanakan jihad yang sesungguhnya.

"Semoga bulan Ramadhan ini membangkitkan semangat jihad kita semua," ujar Nasaruddin.

Baca: Pria Tua ini Akui Ais Anak Terduga Teroris yang Selamat Sebagai Cucunya, Namun Tidak Untuk Hal ini

Jari juga berpuasa

Dalam ceramah, Nasarudin sekaligus menyinggung kebiasaan umat Islam menggunakan media sosial.

Ramadhan harus dijadikan momentum umat Islam untuk memperbaiki perilaku termasuk di media sosial. Hentikan penyebaran fitnah, hentikan penyebaran kabar bohong dan hentikan penyebaran hinaan di media sosial.

Baca: PNS Bakal Dapat Kejutan di Bulan Juni! Bulan Depan Akan Terima Gaji Sebanyak 3 Kali dan Lebih Besar

"Saya ingin mengingatkan, hati-hati kemuliaan ramadan jangan ditukar dengan kepentingan sesaar. Hati-hati memberikan statemen, hati-hati menggunakan jari kita ini untuk meng-enter Whatsapp. Jari jemari harus juga berpuasa," ujar Nasaruddin.

"Saya mengajak untuk meninggalkan benda kecil itu untuk membaca Alquran," lanjut dia.

Ceramah yang dilaksanakan sebelum ibadah salat tarawih itu dihadiri ribuan umat Islam. Termasuk Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri di Kabinet Kerja. Antara lain, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Baca: Polisi Ini Ungkap Selama 30 Jam Kekejaman Seperti Ini yang Dilakukan Napi Teroris Kepada Dirinya

Setelah ceramah, jamaah kemudian melaksanakan ibadah salat tarawih. Bertindak selaku imam dalam salat tarawih perdana ini, yakni Muhasyim Abdul Majid. (Fabian Januarius Kuwado)

SUMBER: Intisari Online

Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved