Pria Tua ini Akui Ais Anak Terduga Teroris yang Selamat Sebagai Cucunya, Namun Tidak Untuk Hal ini

Dua orang anggota keluarga pelaku bom bunuh diri disebut mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (16/5/2018).

Pria Tua ini Akui Ais Anak Terduga Teroris yang Selamat Sebagai Cucunya, Namun Tidak Untuk Hal ini
CCTV yang merekam saat terjadinya ledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar terbaru dari Ais, anak terduga teroris yang selamat saat melakukan aksi pemboman di Polrestabes Surabaya.

Dua orang anggota keluarga pelaku bom bunuh diri disebut mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (16/5/2018).

Namun keduanya tidak mengakui telah memiliki anggota keluarga yang terlibat aksi bom bunuh diri.

Kedua anggota keluarga tersebut hanya mengakui Ais, bocah 7 tahun yang selamat saat bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya.

Dua orang anggota keluarga tersebut menjenguk Ais di rumah sakit.

Baca: Puluhan Orang Dari Berbagai Organisai Masyarakat Jambi Berkumpul di Tugu juang Kecam Aksi Terorisme

Baca: Manchester United Bakal Rekrut 4 Bintang Asal Brazil ini Demi Perkuat Tim, Benarkah?

Baca: Pengamat Asal Australia ini Beberkan Siapa Target Teroris di Indonesia, Ternyata. . .

"Yang datang adalah kakek dan Paman Ais. Tapi tidak mengakui bahwa ibunya Ais adalah anaknya," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera.

Padahal, dia sangat membutuhkan kehadiran keluarga jenazah sebagai pembanding data sekunder.

"Tapi karena anggota keluarga tersebut tidak mengakui, kita tidak bisa memaksa," kata Barung.

Ais adalah bocah 7 tahun yang selamat dari ledakan bom bunuh diri yang dilakukan ayah, ibu, dan kedua kakaknya.

Baca: PNS Bakal Dapat Kejutan di Bulan Juni! Bulan Depan Akan Terima Gaji Sebanyak 3 Kali dan Lebih Besar

Baca: Tak Ingin Cepat Lapar Ketika Menjalankan Ibadah Puasa? Konsumsi 7 Makanan Ini Saat Sahur

Baca: Polisi Ini Ungkap Selama 30 Jam Kekejaman Seperti Ini yang Dilakukan Napi Teroris Kepada Dirinya

Bom bunuh diri juga dilakukan oleh keluarga Dita Supriyanto di 3 gereja di Surabaya. Lima anggota keluarga Dita tewas dalam aksi bom bunuh diri itu.

Hingga 3 hari setelah peristiwa bom bunuh diri, memang tidak ada satupun keluarga yang datang untuk melihat jenazah pelaku bom bunuh diri.

Tubuh mereka kini disimpan dalam kontainer khusus penyimpanan jenazah.

Tiga bekas jasad tersebut adalah keluarga Dita Supriyanto, keluarga Anton Febrianto, dan keluarga Tri Murtono. (Achmad Faizal)

SUMBER : Intisari Online

Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help