Kasus Asusila

Fenomena Warung Remang-remang di Tungkal, Pelajar pun Sudah Masuk Lokasi dan Terpengaruh

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanjab Barat memberikan ultimatum terakhir terhadap pengelola lokasi remang-remang

Fenomena Warung Remang-remang di Tungkal, Pelajar pun Sudah Masuk Lokasi dan Terpengaruh
NET
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanjab Barat memberikan ultimatum terakhir terhadap pengelola lokasi remang-remang di beberapa kecamatan. Bila ultimatum terakhir tidak diindahkan, Satpol PP akan bawa tim terpadu untuk melakukan bongkar paksa dan penindakan hukum.

Keberadaan lokasi remang-remang di beberapa kecamatan di Kabupaten Tanjab Barat sudah beberapa kali diberikan teguran dan peringatan. Namun, ada beberapa yang membandel dan terpantau masih melakukan aktivitas. Sehingga, pihak Satpol PP pun gerah dan akan memberikan penindakan hukum terhadap pelaku dan pengelola lokasi.

Baca: Mantan Istri Datuk K, Kunjungi Siti Nurhaliza dan Bayinya. Ini Komentar Netizen

Kasat Pol-PP Tanjab Barat, Syamsul Jauhari ketika dikonfirmasi Tribun (16/4) membenarkan hal itu. Dikatakannya bahwa mereka sudah memberikan beberapa kali teguran. Namun, warga masih memberikan laporan lokasi tersebut masih melakukan aktivitas yang meresahkan warga.

“Beberapa lokasi remang-remang, hingar-bingar dan menjual miras serta dicurigai menyediakan pelayanan prostitusi sudah benar-benar meresahkan warga,” ungkap Kasat Pol PP.

Maka dari itu, pihaknya tidak akan lagi memberikan peringatan atau teguran terhadap pelaku dan pengelola lokasi. Langkah yang akan diambil selanjutnya adalah memberikan penindakan hukum terhadap mereka.

“Kita sudah berikan peringatan terakhir beberapa waktu lalu. tetapi warga masih melaporkan mereka terus beroperasi. Kini kita akan berikan penindakan hukum bersama tim terpadu,” tegas Kasat.

Baca: Ini Kata Cak Imin Soal Partai Allah dan Partai Setan

Baca: Oknum Anggota Polsek Diamankan Satres Narkoba Polres Merangin

Untuk lokasi yang dimaksud, masih dirahasiakan oleh Kasat. Dirinya berharap sebelum penindakan pengelola menghentikan aktivitas mereka. Sebab, selama ini mereka sudah mengadu dan ingin mengambil tindakan. Namun, mereka terus melarang karena mengedepankan proses hukum.

Halaman
12
Penulis: dunan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help