Sidang Suap Ketok Palu

Di Depan Majelis Hakim, Erwan Malik: "Saya Dimanfaatkan"

"Saya dimanfaatkan" demikian kata Erwan Malik, terdakwa OTT suap ketok palu pengesahan RAPBD

Di Depan Majelis Hakim, Erwan Malik:
tribunjambi/dedy nurdin
Erwan Malik di persidangan pembacaan pledoi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Saya dimanfaatkan" demikian kata Erwan Malik, terdakwa OTT suap ketok palu pengesahan RAPBD saat membacakan pledoinya di hadapan majelis hakim, Senin (16/4/2018).

Erwan mengatakan pada saat proses pembahasan RAPBD dirinya hanyalah Plt.

Bahkan belakangan ia mengetahui jika pemerintah pusat, dalam hal ini kementrian dalam negeri telah menunjuk seorang Sekretaris Derah definitif berdasarkan hasil lelang jabatan.

Namun surat penetapan sekretaris daerah itu tak disampaikan kepada dirinya oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.

Bahkan dirinya sudah mengetahui jika yang menjadi Sekda adalah M Dianto.

"Namun sebagai bawahan saya hanya menjalankan perintah gubernur Jambi meski saya tahu sudah ada Setda definitif yang ditunjuk oleh pemerintah pusat. Saya merasa dimanfaatkan," katanya di muka sidang.

Erwan Malik juga mengungkapkan jika dirinya didesak berkali-kali oleh saksi Cornelis Buston.

Bahkan ia mendapatkan ancaman  tidak akan terpenuhinya kuota sidang paripurna yang mengakibatkan Zumi Zola selaku Gunernur malu.

"Say dipanggil berkali-kali di kantor Cornelis Buston, baik sendiri maupun bersama Arfan pada oktober. Tiga kali dipanggil," katanya.

Ia juga mengatakan sudah melaporkan soal permintaan uang ketok palu itu kepada Zumi Zola.

"Saya mengerti dipangil berkali-kali dan mendapat tekanan. Empat kali saya melaporkan adanya permintaan paksa, adanya permitaan ini gubernur tahu. Dengan Asrul pertemuan kedua kali, pertemuan kedua Asrul bilang gubernur menyetujui," kata Erwan. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help